Usia Berkurang, Penumpang Berkurang - Kanal Kalimantan
Connect with us

Ekonomi

Usia Berkurang, Penumpang Berkurang

Diterbitkan

pada

MARTAPURA – Jumlah kendaraan bermotor yang semakin hari semakin banyak lantaran kemudahan pembiayaan untuk membeli kendaraan bermotor, membuat becak semakin terpinggirkan. Padahal di tahun 80’an becak di Martapura merupakan salah satu alat transportasi primadona.

Ironinya, saat ini tak sedikit masyarakat yang enggan lagi melirik dan menggunakan jasa tukang becak. sebab dinilai membuang waktu dalam menempuh perjalanan lantaran tak memiliki mesin untuk menggerakkan.

Namun, situasi terjepit seperti itu tak membuat Sarwani , salah seorang dari 5 penarik becak yang sering mangkal di samping SMPN 1 Martapura, lantas meninggalkan profesi yang sejak tahun 1977 sudah ditekuninya.

Menurutnya, waktu awal menarik becak , tukang becak yang mangkal ditempat tersebut ada sekitar 20 orang, tetapi lantaran penumpang semakin hari semakin berkurang, kini tersisa tinggal 5 orang. Itu lantaran penghasilan menggenjot becak saat ini sudah sangat minim. “Dulu tukang becak disini banyak, mengantar penumpang aja kami biasa rebutan,”ujarnya

Meski saat ini penghasilan dari mengenjot becak dalam sehari hanya kisaran Rp30.000, yang dari seorang penumpang dipungut bayaran Rp 10.000. Sarwani tetap bertahan menjadi tukang becak lantaran menurutnya menarik becak sudah menjadi bagian dari hidupnya dan mencari pekerjaan lain dengan kondisi sudah berumur itu sulit.

“Dari remaja saya sudah membawa becak, lagian mau kerja apa lagi kalau sudah usia begini.” ujar pria yang hampir masuk usia 60 tahun ini.

Mengais rejeki dari menarik becak yang sudah dijalani sekitar 40 tahun dan mangkal di samping SMPN 1 Martapura. Membuat Sarwani betah, sampai-sampai tak ingin pindah ke lokasi lain. Padahal kesehariannya ditempat mangkal tersebut kini hanya dihabiskan dengan tidur dibecak lantaran kurangnya penumpang.

“Tidak mau saya pindah ke pangkalan becak lain, di sini sudah nyaman, adem. mengantuk tinggal tidur di becak.” Katanya

Sekitar tahun 80’an menurut Sarwani uang Rp5.000 per hari didapat dengan mudah dengan menarik becak. meski dibandingkan saat ini uang sejumlah itu tidak seberapa nilainya, namun dijaman itu uang 5 ribu sudah sangat besar baginya.

“Untuk kebutuhan sehari-hari dengan uang 5 ribu itu sudah dapat bertahan beberapa hari,sekarang dapat Rp 30.000 sehari sudah habis,”ungkapnya.

Meskipun penumpang semakin hari semakin berkurang, Saat ini Sarwani dan 4 orang sesama tukang becak di pangkalan samping SMPN 1 Martapura hanya berharap, keberadaan becak di Martapura tidak mendapat perlakuan yang sama,seperti di kota-kota besar lainnya. Dimana keberadaan becak sudah diatur dalam Peraturan Daerah untuk tidak beroperasi lagi.(ars)

Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan