Tanaman Cabai Milik Petani Terancam Mati - Kanal Kalimantan
Connect with us

Ekonomi

Tanaman Cabai Milik Petani Terancam Mati

Diterbitkan

pada

ASTAMBUL – Musim kemarau yang sudah berlangsung sekitar dua bulan ini mulai dirasa imbasnya di sektor pertanian. Para petani cabai di Desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul mulai gusar bibit cabai yang mereka tanam tak akan tumbuh. Pasalnya, tak sedikit batang benih cabai yang baru beberapa pekan ditaman mulai kering lantaran kurang penyiraman.

Untuk menyelamatkan bibit cabai yang sudah tertanam, Yunus (48), salah seorang petani desa setempat mengaku bersama beberapa petani lain secara swadaya menggali sumur.

“Sejak tak ada hujan, hanya air sumur yang kami gali itu yang digunakan penyiraman,” ungkapnya.

Namun lantaran kedalaman hanya beberapa meter, sumur tak cukup banyak menghasilkan air. Alhasil penyiraman tak dapat rutin dilakukan karena harus menunggu sumur terisi.
Yunus dan beberapa petani lain pun kerapkali harus mengangkut air dari lokasi yang cukup jauh menggunakan motor.

“Hanya pagi hari sumur terisi air. Mau didalami tidak bisa karena bagian dasar sumur sudah berbatu,” katanya.

Berjaga meminimalisir kerugian yang lebih besar sebagai dampak matinya bibit cabai, sebagian bibit cabai sengaja ditahan petani dalam polibek dan diletakkan di tempat teduh. Di tengah kondisi itu, ia mendamba adanya bantuan pemeerintah berupa pembuatan sumur bor. “Lahan tersedia dan potensial ditanami cabai juga jenis tanaman pangan lainnya. Kendalanya hanya air,” ujar Yunus.***

Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan