Connect with us

HEADLINE

Rekor! Pasien Corona RI Sehari Tembus 5.444 Kasus, Terbanyak di Jateng

Diterbitkan

pada

Ilustrasi pasien corona. [Antara/Reuters/Flavio Loscalzo]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan bahwa terjadi rekor baru penambahan kasus positif harian sebanyak 5.444 orang pada Jumat (13/11/2020), paling banyak di Jawa Tengah.

Berdasarkan catatan Satgas Covid-19, Jawa Tengah menjadi yang tertinggi hari ini dengan penambahan kasus positif sebanyak 1362 orang, 324 sembuh, dan 32 orang meninggal dunia.

Jateng menggeser DKI Jakarta yang biasa paling banyak, namun hari ini juga masih tinggi dengan 1033 kasus positif baru, 977 sembuh, 16 meninggal dunia.

Kemudian di posisi ketiga ada Jawa Barat dengan 801 kasus baru, 380 sembuh, tujuh meninggal dunia.



Posisi keempat diduduki oleh Kalimantan Timur dengan 277 kasus baru, 340 sembuh, satu meninggal dunia.

Kelima, Jawa Timur dengan 239 kasus baru, 223 sembuh, 12 meninggal dunia.

Angka penambahan tersebut didapatkan dari hasil pemeriksaan 42.333 spesimen hari ini, sehingga total spesimen yang sudah diperiksa sejak kasus pertama covid-19 hingga hari ini adalah 4.981.291 spesimen.

Dari jumlah itu, ada tambahan 104 orang meninggal sehingga total menjadi 15.037 jiwa meninggal dunia.

Kemudian, ada tambahan 3.010 orang yang sembuh sehingga total menjadi 385.094 orang lainnya dinyatakan sembuh. Sementara kasus suspek hingga saat ini mencapai 58.896 orang.

Berikut sebaran 5.444 kasus baru positif virus corona covid-19 pada Jumat (13/11/2020):

1.JAWA TENGAH 1362 (Positif) – 324 (Sembuh) – 32 (Meninggal)
2.DKI JAKARTA 1033 – 977 – 16
3.JAWA BARAT 801 – 380 -7
4.KALIMANTAN TIMUR 277 – 340 – 1
5.JAWA TIMUR 239 – 223 – 12
6.SUMATERA BARAT 189 – 120 – 0
7.PAPUA 147 – 0 – 0
8.RIAU 146 – 63 – 3
9.LAMPUNG 137 – 48 – 2
10.SULAWESI SELATAN 131 – 44 – 0
11.BANTEN 111 – 1 – 0
12.KALIMANTAN TENGAH 89 – 43 – 2
13.SULAWESI TENGGARA 86 – 0 – 0
14.SUMATERA UTARA 80 – 72 – 5
15.KEPULAUAN RIAU 74 – 65 – 1
16.SUMATERA SELATAN 68 – 12 – 2
17.BALI 64 – 56 – 0
18.BENGKULU 61 – 25 – 0
19.DI YOGYAKARTA 61 – 29 – 2
20.NUSA TENGGARA BARAT 48 – 0 – 0
21.ACEH 45 – 4 – 0
22.KALIMANTAN SELATAN 31 – 24 – 2
23.PAPUA BARAT 25 – 13 – 0
24.SULAWESI TENGAH 22 – 3 – 3
25.JAMBI 20 – 20 – 1
26.SULAWESI UTARA 19 – 20 – 6
27.NUSA TENGGARA TIMUR 18 – 7 – 3
28.MALUKU 17 – 51 – 3
29.KALIMANTAN BARAT 13 – 15 – 0
30.BANGKA BELITUNG 11 – 8 – 0
31.MALUKU UTARA 9 – 0 – 1
32.KALIMANTAN UTARA 6 – 7 – 0
33.SULAWESI BARAT 4 – 15 – 0
34.GORONTALO 0 – 1 – 0(suara)

 

Editor : Suara

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Kisah Wabup OKU ke Lokasi Pelantikan Pakai Baju Tahanan, Tangan Diborgol

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wakil Bupati Ogan Komering Ulu terpilih, Johan Anuar. Foto: Antara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Ada cerita menarik dalam pelantikan kepala daerah yang dilaksanakan serentak kemarin, Jumat (26/2/2021). Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) terpilih, Johan Anuar, berangkat ke lokasi pelantikan dengan memakai baju tanahan dan tangan diborgol.

Johan merupakan terdakwa kasus korupsi tanah pemakaman di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Johan keluar ke lokasi pelantikan dengan pengawalan ketat personel Brimob.

Kuasa hukum Johan, Titis Rachmawati, sempat meminta awak media tidak melakukan peliputan. Demikian disampaikannya di tahanan sebelum Johan keluar menuju lokasi pelantikan.

“Prinsipnya Johan Anuar bersedia dilantik di Griya Agung dan prosesnya sudah sesuai dengan protokol yang diamanatkan KPK, jadi mohon rekan-rekan media tidak meliput di sini (rutan, red.) silakan liput di Griya Agung,” kata Titis sebelum Johan dikeluarkan.



 

Saat Johan keluar, seperti dikutip dari Antara, ia langsung masuk mobil jaksa KPK. Bersama rombongan Ia kemudian berangkat ke Griya Agung Palembang untuk dilantik oleh Gubernur Sumsel Herman Deru sebagai Wabup Ogan Komering Ulu.

Menurut Titis, pengawalan KPK terhadap Johan hanya sebatas dari rutan sampai pintu gerbang Griya Agung, selanjutnya Johan diserahkan kepada panitia pelaksana pelantikan dengan tetap dikawal.

Johan dilantik mendampingi Bupati Ogan Komering Ulu terpilih, Kuryana Azis, sebagai kepala daerah setempat periode 2021-2026 setelah menang melawan kotak kosong pada Pilkada 2020. Keduanya juga termasuk petahana.

Pengadilan Negeri Palembang mengizinkan Johan Anuar menjalani pelantikan sebagai kepala daerah di luar Rutan Pakjo Palembang setelah Kemendagri mengirimkan surat pemberitahuan.

Namun, Johan hanya diberi waktu berada di luar rutan pada Jumat (26/2/2021), mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Johan juga terancam langsung dinonaktifkan sebagai wabup setelah pelantikan karena statusnya masih terdakwa.

Sebelumnya, Johan Anuar didakwa melakukan tindak pidana korupsi pada pengadaan tanah pemakaman yang merugikan negara Rp 5,7 miliar. Tindakan tersebut dilakukan saat Johan Anuar masih menjabat Wakil Ketua DPRD Ogan Komering Ulu pada 2012.

Johan Anuar ditahan KPK di Rutan Polres Jakarta Pusat pada 10 Desember 2020, atau satu hari setelah tahapan pencoblosan pilkada serentak di mana tersangka menjadi calon wakil bupati tunggal berpasangan dengan Kuryana Azis.

Penahanan tersangka dilakukan setelah lembaga antirasuah itu mengambil alih perkara kasusnya dari Polda Sumsel pada 24 Juli 2020. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Si Jago Merah Berkobar di Pelambuan, Puluhan Rumah Terbakar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kebakaran yang terjadi di daerah Pelambuan. foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Telah terjadi kebakaran di Jalan Ir P Moch Noor, Gang 4 RT 30, RW 02, Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat, Minggu (28/2/2021) dini hari.

Informasi yang dihimpun Kanalkalimantan.com,, nyala api diperkirakan dimulai skitar pukul 00. 22 Wita.

Kebakaran kali ini menghanguskan puluhan rumah warga, yang sebagian besar terbuat dari bahan kayu.



Berbicara kepada kanalkalimantan.com, Heriyanto, salah satu petugas BPK, saat tiba di lokasi tim dari BPK mengalami kesulitan dalam melakukan pemadaman api. Terkendala karena sulitnya menemukan sumber air.

 

“Ya jalan gang yang sempit juga menghambat tim dalam melakukan pemadaman api,” ucap heriyanto.

Berdasarkan keterangan korban dil okasi, Hadri (36), ia mengetahui adanya kebakaran ketika mendengar teriakan warga, karena saat itu posisi dirinya sedang berada di dalam rumah.

“Saat keluar rumah api sudah besar dan tinggi, jadi saya langsung melarikan diri saja, sampai-sampai sebuah kendaraan saya juga ikut terbakar” ujar Hadri

 

Diperkirakan api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 01.00 Wita, atau sekitar 40 menit setelah api menyala.

Hingga saat ini, masih belum diketahui pasti, berapa total yang kerugian yang dialami para korban.
(Kanalkalimantan/Tius)

Reporter: Tius
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->