Pendidikan Inklusif Jadi Dilema - Kanal Kalimantan
Connect with us

HEADLINE

Pendidikan Inklusif Jadi Dilema

Diterbitkan

pada

BANJARMASIN – Pemerintah berupaya seoptimal mungkin dalam melakukan pelayanan di sektor pencerdasan kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah dengan diberlakukannya pendidikan Inklusif atau pendidikan ramah lingkungan. Meski demikian efektifitas pendidikan inklusi di Kota Banjarmasin dinilai masih belum optimal. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Agus Totok kepada wartawan, Jumat (18/8).

Ia mengungkapkan bahwa pendidikan inklusif dikota Banjarmasin masih banyak mengalami pasang surut permasalahan, terutama sarana dan prasarana di sekolah penyelenggara yang masih belum memadai.

Kalau jadi patokan adalah SMPN 35 Banjarmasin yang sudah disetting untuk menerima penyandang disabilitas

Agus Totok

Selain itu yang menjadi permasalahan di pendidikan inklusi ada tenaga pendidik yang minim. Namun ia menerangkan setiap tahun terus melakukan pembinaan di sekolah inklusi khususnya daerah Banjarmasin.

“Guru pendidikan inklusif dapat mengajar, akan tetapi sudah memiliki sertifikat pelatihan pendidikan inklusi,” ungkapnya.

Sejauhnya ini ia menilai bahwa implementasi di lapangan untuk pendidikan inklusif masih belum merata. Akan tetapi ia berjanji akan mengawali pendidikan inklusif.

“Kedepannya ia mempunyai strategi untuk melakukan kerjasama dengan Pendidikan Luar Biasa untuk mengadakan pelatihan, terutama terkait kesediaan guru yang masih kurang. Kita akan terus melakukan pemantauan kinerja di lapangan dan diakhiri dengan evaluasi,” pungkasnya. (rob)

Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan