Penampilan Hadrah Dibayar Se-iklasnya - Kanal Kalimantan
Connect with us

Kanal

Penampilan Hadrah Dibayar Se-iklasnya

Diterbitkan

pada

MARTAPURA – Pembimbing Hadrah Sanggar Ar Rumi, Ahmad Badri saat diwawancarai wartawan, belum lama ini. Ahmad Badri juga menjelaskan, asal usul hadrah dari Banjarmasin, berasal dari pedagang-pedagang Arab yang datang ke Banjarmasin.

Mereka yang datang membawakan tari dengan tarian yang ada di Banjarmasin. Tarian itu diteruskan masyakarat Banjar yang dinamakan dengan tarian hadrah hingga sekarang. Lebih detil disampaikan, untuk bayaran setiap menjadi tamu undangan, dia menerima seiklasnya atau tergantung orang yang memberi.

Sedangkan untuk sarana transportasi, baik jarak jauh maupun jarak dekat juga tergantung kesepakatan.
“Biasanya, ditanyakan dulu apakah panitia pelaksana menyediakan alat transportasi seperti mobil atau kami yang berangkat menggunakan roda dua menuju tempat acara, jadi terserah panitia acara memberi biaya transportasi,” ungkapnya.

Disinggung mengenai pengalaman selama menggeluti seni hadrah, Ahmad Badri menceritakan, dia menggeluti mulai tahun 2013 hingga sekarang. Untuk personel hadrah di Sanggar Ar Rumi berjumlah 20 orang. Kemudian, dalam 20 orang itu, saat tampil ada 4 baris. Setiap baris ada 4 orang, meliputi penabuh 3 orang dan pembawa payung 1 orang, jadi seluruhnya berjumlah 20 orang.“Saat tampil, bisa pula jumlahnya kurang. Karena ada di antaranya keluar atau sibuk,” paparnya.

Dia menambahkan, sementara ini Hadrah Ar Rumi belum pernah mengikuti festival atau lomba, jadi belum ada prestasi yang diperoleh. Namun, sudah pernah tampil di Aluh-aluh, Pagatan, Pelaihari, sekitar Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Pembimbing 23 tahun ini menjelaskan, fungsi dari tarian hadrah ini ditujukan untuk menyambut tamu-tamu besar yang datang, me-arak pengantin, mengisi acara-acara hari besar Islam. Biasanya, selain tarian hadrah, adapula tarian yang menyambut tamu datang yaitu tari Radap Rahayu.

Pengalaman menarik yang pernah Badri rasakan, yaitu saat proses latihan hadrah, kadang para anggota ada yang datang terlambat, kemudian datang dimarahi pelatih yang bernama Sofyan Sauri. “Saat dipanggil anggota-anggota yang belum datang, dan ribut di grup bbm, sampai-sampai terjadi cekcok sama pelatihnya, bukan karena pelatihnya tapi karena anggotanya melakukan gerakan dan syair yang salah”, ungkap Badri.

Ditanya soal peralatan, Badri menyatakan, peralatan merupakan peninggalan Ketua Umum terdahulu, yang diperoleh dari hasil usaha bantuan dana STAI Darussalam. Waktu itu, dana yang didapat kurang lebih Rp2 juta, selanutnya dari hasil penampilan dalam dua tahun dikumpulkan, dananya untuk pembelian payung, bendera dan baju.

Dia mengharapkan, peminat hadrah di Sanggar Ar Rumi semakin banyak, dan konsisten untuk mempertahankan seni ini. Selain itu, diharapkan pula STAI Darussalam bisa memberikan bantuan dana tambahan. “Untuk harapan ke pemerintah atau yang berkepentingan dalam bidang budaya di Kabupaten Banjar, agar kiranya bisa membantu pengadaan alat untuk penampilan hadrah seperti baju, payung, bendera dan laung ( kain yang di gunakan menjadi penutup kepala,” pungkasnya.

Sekedar informasi, tarian hadrah berasal dari Negeri Parsi, dan hadrah juga dikenal berasal dari Arab, yakni berupa dzikir yang disertai kompang atau rebana kecil.(naw)

Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan