Connect with us

Kota Banjarbaru

Pelatih Badminton di Banjarbaru Cabuli Anak Didiknya, Kejari Telisik Fakta Berkas Perkara

Diterbitkan

pada

WR tersangka pencabulan yang diamankan polisi Foto: suara.com
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, kembali terjadi di kota Banjarbaru. Kali ini dilakukan oleh seorang pelatih privat badminton terhadap anak didiknya sendiri.

Pelaku diketahui berinisial WR (40), warga Kecamatan Banjarbaru Selatan, Banjarbaru. Ia melampiaskan nafsu berjatnya terhadap korban sebanyak 3 kali, dari periode April hingga Juni 2020.

Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kassubag Humas Polres Banjarbaru, Iptu Tajuddin Noor, menerangkan bahwa seluruh aksi pencabulan dilakukan di salah satu tempat fasilitas olahraga di wilayah Banjarbaru.

Kejadian pertama terjadi pada April lalu, dimana korban yang merupakan anak didik pelaku mengalami cidera di bagian kaki saat menjalani latihan. Kala itu pelaku menawarkan diri untuk melakukan pemijatan terhadap korban.



 

“Pijatan yang ditawarkan itu ternyata mengarah ke tindakan pencabulan. Bagian intim korban dipegang oleh pelaku. Lalu pada Juni 2020, pelaku melakukan hal yang sama. Atas kejadian tersebut orang tua korban melapor ke Polres Banjarbaru,” kata Iptu Tajuddin.

Mendapati laporan tersebut, pihak kepolisian dengan sigap mengamankan WR, Jumat (30/10/2020) malam. Dari serangkaian interogasi, pelaku pun mengakui telah melakukan semua aksi bejatnya itu.

“Sementara dari hasil pemeriksaan, korban hanya diketahui satu orang saja. Tetapi aksi pencabulannya tidak hanya sekali, melainkan sudah sebanyak 3 kali,” jelas Kassubag Humas Polres Banjarbaru.

Berkas perkara kasus ini sendiri telah dilimpahkan pihak kepolisian ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarbaru, pada 11 November 2020.

Kasi Pidum (Pidana Umum) Kejari Banjarbaru, Alfano Arif Hartoko, membenarkan bahwa berkas perkara kasus ini telah diterima pihaknya. Untuk saat, pihaknya masih meneliti berkas perkara tersebut.

Kasi Pidum Kejari Banjarbaru, Alfano Arif Hartoko. Foto: rico

“Masih kita teliti dulu, sebelum nantinya berkas perkara ini kita nyatakan lengkap atau P21,” ujarnya, saat ditemui, Kamis (26/11/2020) siang.

Adapun dalam kasus ini, WR disangkakan pasal 82 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang – undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Menurut Fano, terkait pasal yang disangkakan tersebut bisa saja kemungkinan bertambah. Hal ini sebagaimana nantinya fakta-fakta yang ditemukan dalam proses pemeriksaan pihak kejaksaan.

“Kita akan meneliti kasus ini lebih dalam dan apabila ditemukan fakta-fakta lain. Tidak menutup kemungkinan, kita akan akan menambah pasal yang disangkakan kepada pelaku,” lugasnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->