Connect with us

Pendidikan

Mencermati Kesehatan Mental Anak dan Remaja Kala Pandemi Covid-19

Diterbitkan

pada

Kak Seto menjelaskan beberapa dampak yang terjadi saat pandemi dan proses pembelajaran di rumah. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sabtu (5/12/2020) Kampus D3 Office Administration Universitas Jakarta menggelar seminar webinar dengan tema ‘Getting Fun in Pandemic’ dengan pembicara utama, ketua umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Dr Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si.

Dalam paparannya Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto menjelaskan, beberapa dampak yang terjadi saat pandemi dan proses pembelajaran di rumah seperti gelisah, cemas, susah tidur, nafsu makan hilang, bosan, marah, malas.

Hal ini berkontribusi dalam perkembangan mental dan psikologis anak selama pandemi covid-19, kerinduan suasana belajar tatap muka berikut interaksi langsung dengan teman-teman dan para pengajar menjadi faktor pendorong perubahan secara psikologis.

Proses pembelajaran secara langsung kala pandemi covid-19 menjadi tantangan bagi semua pihak, kesiapan sarana dan prasana menjadi sebuah hal yang mutlak.



Ada empat siap dalam memulai pembelajaran tatap muka di pendidikan tinggi, yaitu:
1. Siap wilayah
2. Siap mahasiswa
3. Siap keluarga
4. Siap kampus
5. Siap infrastruktur

“manusia adalah makhluk bermain sehingga suasana dalam bermain perlu diterapkan untuk merangsang kreatifitas dan motorik, komunikasi tidak hanya dalam kegiatan proses belajar namun perlu diperhatikan juga kesehatan mental, dan ciptakan suasana belajar dalam keluarga yang lebih kondusif, makna pendidikan bukan mengisi air kedalam gelas yang kosong tapi menumbuhkan minat dan optimisme “ papar Kak Seto.

Lebih lanjut Kak Seto memaparkan 5 standar pendidikan bagi anak, yaitu: Etika, Estetika, Ilmu teknologi, Nasionalisme dan Kesehatan.

“Kurikulum pendidikan masa pandemi harus lebih bermakna termuat dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020”. Ucapnya

Ia juga menjelaskan bahwa setiap anak itu cerdas menurut buku “Multiple Intelligences”, cerdas dari berbagai bidang masing-masing, seperti: Cerdas angka, cerdas kata, cerdas gambar, cerdas musik, ,cerdas tubuh, cerdas sosial, dan cerdas alam.

Dan yang tak kalah penting, sistem pendidikan harus lah mampu membangun karakter: sopan santun, tangguh, dan rendah hati

Pada kesempatan seminar daring ini, Kak Seto juga membagikan tips remaja sehat yaitu:
1. percaya diri
2. pembelajar sejati
3. berfikiran terbuka
4. kreatif
5. komunikatif
6. iptek
7. memanfaatkan keterbatasan

“kita hidup sehat selalu gembira , kata gembira memiliki kepanjangan yaitu ‘G’ -gerak jangan malas, ‘E’ -emosi cerdas ( marah yang cerdas tidak merusak dan tidak mendramatisir ), ‘M’ -makanan sehat, ‘B’ -Berdo’a , ‘I’ -Istirahat mental, ‘R’ -rukun/ramah, ‘A’ -Aktif berkarya sehingga meningkatkan Problem solving” pungkas Kak Seto.(kanalkalimantan/yuda)

 

Reporter : Yuda
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->