Connect with us

Kabupaten Banjar

Kambang Sarai, ‘Si Cantik’ Pembawa Berkah di Bulan Maulid

Diterbitkan

pada

Pedagang kambang sarai di Pasar Martapura, banyak dicari pembeli untuk acara Maulid Nabi. Foto: agustina
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Bulan Maulid menjadi berkah bagi penjual bunga di Pasar Martapura. Setelah lesu beberapa bulan sebelumnya, datangnya bulan kelahiran Rasulullah SAW ini benar-benar membawa keberuntungan bagi mereka.

Salah satu bunga yang paling banyak diminati pembeli saat Maulid, adalah kambang (bunga) sarai. Kambang sarai merupakan rangkaian bunga melati khas buatan tangan perempuan-perempuan di Martapura yang biasanya digunakan untuk acara-acara besar keagamaan.

Saudah, yang sehari-harinya berjualan bunga rampai mengaku bahwa ketika bulan Maulid tiba keuntungan penjualannya lebih besar. “Biasanya kalau bulan Maulid yang paling banyak dicari orang itu kambang sarai, harganya beda, jadi keuntungan lebih banyak dari biasanya,” ujarnya.

Harga kambang sarai berkisar mulai dari Rp 50 ribu-200 ribu. Tergantung besar rangkaian dan banyaknya bunga yang dipakai. “Kalau yang harga Rp 50 ribu yang ada di meja ini (katanya menunjuk rangkaian bunga sarai di depannay, red). Tapi kalau yang Rp 200.000 an itu biasanya khusus pesanan orang,” lanjutnya.



Pembeli juga bisa memesan langsung, atau whatsapp yang tertera di spanduk yang terpasang di depan masing-masing meja pedagang. Kemudian pesanannya bisa diambil langsung ke rumah penjual atau diantarkan ke rumah pembeli.

“Pembeli pun beragam, ada yang dari sekitaran Martapura, Banjarbaru, Banjarmasin bahkan tidak jarang ada pesanan yang harus di antar sampai ke Barabai dan Kandangan,” terang Saudah.

Walau demikian, keuntungan penjualan kambang sarai di bulan Maulid ini tidak bisa dihitung secara pasti. Karena terkadang pesanan tidak menentu, ada yang satu hari bisa membuat tiga rangkaian ada juga yang lebih. “Tapi kadang juga tidak ada yang beli,” katanya.

Namun secara umum, Saudah mengatakan bahwa pembeli jauh lebih banyak daripada di hari biasanya. Hal ini karena banyaknya acara Maulid yang diselenggarakan di berbagai daerah. Bunga atau kambang yang tidak laku terjual sudah tidak bisa digunakan lagi, oleh karena itu penjual hanya berani merangkai bunga dengan ukuran kecil, sehingga kerugiannya tidak terlalu besar jika tidak terbeli.

Selain pada bulan Maulid, kambang sarai juga banyak di cari saat bulan Rajab dan Haul Abah Guru Sekumpul.(kanalkalimantan.com/agustina)

 

Reporter : Agustina
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->