Kabid SMA Disdikbud Minta Klarifikasi! - Kanal Kalimantan
Connect with us

Kabupaten Banjar

Kabid SMA Disdikbud Minta Klarifikasi!

Diterbitkan

pada

MARTAPURA – Menyikapi surat edaran perihal sumbangan sukarela yang digalang komite SMAN 2 Martapura, Kepada Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammadun mengatakan akan segera minta klarifikasi atau penjelasan ke sekolah bersangkutan. Sebab jika merujuk surat edaran yang dilihat, bisa dikategorikan pada pungutan.

“Kalau ada orang tua yang mengeluh akan tindakan ini, dan semua siswa dipatok harus membayar sekian juta rupiah, maka hal ini saya sebut pungutan,” tegasnya.

Menurut pria yang kerap disapa Madun ini, sumbangan atau pungutan yang diminta ke orang tua siswa juga tidak boleh dialokasikan untuk pembangunan sekolah (ruang kelas). Soalnya dana untuk pembangunan ruang kelas sudah disiapkan pemerintah provinsi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Saya sudah kasih imbauan kepada guru-guru di seluruh sekolah untuk jangan sampai terlibat akan hal-hal seperti ini. Penggunaan dana-dana sukarela juga harus transparan, apalagi jika sampai memberatkan orang tua atau wali murid,” jelasnya.

Demikian juga untuk membayar gaji guru honor, tidak boleh menggunakan dana dari komite sekolah atau dana hasil patungan oleh kepala sekolah. Hal ini harus segera dibereskan secepatnya. Para guru honorer lanjutnya, sudah mendapatkan gaji dari Bantuan Oprasional Sekolah Daerah (BOSDA).

“Kami sudah menganggarkan ke pemerintah pusat melalui dana BOSDA nanti agar bisa membayar gaji guru honorer. Sementara menurut data yang kami rangkul jumlah guru honorer dan pegawai tidak tetap atau PTT di Kalimantan Selatan sekitar 5.946 orang. Mudah-mudahan September ini bisa keluar dana itu,” harapnya.

Dia meminta komite sekolah yang diberi amanah agar dapat memusyawarahkan kembali putusan itu bersama wali murid. Supaya tidak ada lagi pihak dari wali murid yang mengeluh. “Jangan dipukul rata semua, melihatnya harus global, kalau sukarela ya bilang sukarela jangan ada batas minimalnya,” pungkasnya.***

Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan