JAPFA Foundation Dukung Sekolah Agrikultur di Indonesia - Kanal Kalimantan
Connect with us

Kab. Tanah Laut

JAPFA Foundation Dukung Sekolah Agrikultur di Indonesia

PELAIHARI – Dalam rangka pengembangan pendidikan agrikultur khususnya di Kalimantan Selatan, sebuah unit dari perusahaan raksasa yakni Japfa Group Indonesia Japfa Foundation, mendatangi sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian Pembangunan Pelaihari, senin (28/8).

Bagikan berita ini!

Diterbitkan

pada

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Kedatangan mereka diawali dengan mengumpulkan data dan informasi serta wawancara terhadap murid, orang tua murid dan guru pengajar disekolah itu, tentang apa saja kekurangan para murid yang dirasa selama bersekolah. Kemudian kekhawatiran sang orang tua menyekolahkan anaknya disana, serta bagaimana pola pengajaran para guru selama hampir kurang lebih 35 tahun berdirinya sekolah tersebut.
Seperti yang dikatakan Staf Monitoring dan Evaluasi Japfa Foundation, Dame Manalu, bahwa hadirnya Japfa Foundation di Sekolah-sekolah agrikultur sebenarnya ingin mengembangkan pola pendidikan agrikultur di seluruh Indonesia. Akan tetapi, pihaknya selama ini belum memiliki basis data. Data tersebut sambungnya, nantinya akan diolah untuk dijadikan sebagai acuan kerja dalam pengembangan pendidikan agrikultur.

“Kita sudah mendatagi 2 sekolah menengah kejuruan pertanian dan peternakan di pulau Jawa. Sementara ini sekolah agrikultur yang ada di pulau Kalimantan yang menjadi fokus kami ada disini,” terangnya saat kunjungannya ke Sekolah SMK SPP Pelaihari.

Selain itu, katanya, kerja sama pihaknya dengan sekolah-sekolah SMK agrikultur, diharapkan melahirkan siswa yang mampu bersaing di dunia wirausaha. Soalnya, selama ini mindset siswa-siswi yang bersekolah dikejuruan agrikultur justru lebih ingin menjadi seorang PNS atau melanjutkan sekolah di bangku kuliah. “Padahal dengan basik dan keterampilan mereka ketika lulus sekolah di kejuruan sangatlah terbuka lebar untuk mengembangkan wirausaha atau bekerja di perusahaan-perusahaan agrikultur di Indonesia,” ungkapnya dengan tegas.

Lebih jauh kepada wartawan Kalimantan View, satu tahun yang lalu pihaknya telah melaksanakan program Project Base Lerning (PBL), dimana secara tekhnis pihaknya melakukan pendampingan selama satu tahun dalam peningkatan belajar mengajar guru. Kemudian lanjutnya,bagaimana cara penggunaan alat bantu belajar mengajar agrikultur dan membedah kurikulum serta mendampingi para siswa untuk membuat inovasi baru dibidang agrikultur. “Dari 6 inovasi yang dibuat oleh masing-masing siswa jurusan, salah satunya mereka berhasil membuat sebuah Inovasi yang disebut Snakma mobile service seperti jasa klinik pengobatan terhadap ternak untuk para peternak yang ada di Pelaihari khususnya. Dan sampai saat ini jasa tersebut masih berjalan, itulah yang pihak kami inginkan untuk sekolah agrikultur di Indonesia,” imbuh Dame.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan